sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jadi tahanan rumah, Suu Kyi kekurangan uang untuk makan

Tim hukum Suu Kyi menyatakan, dirinya beserta sejumlah tahanan rumah lainnya kekurangan uang tunai untuk membeli makan dan persidaan lain.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 08 Jun 2021 13:30 WIB
Jadi tahanan rumah, Suu Kyi kekurangan uang untuk makan

Pemimpin de facto Myanamr yang tengah menjadi tahanan rumah, Aung San Suu Kyi, meminta agar tim hukumnya membantu menyediakan makanan untuknya, delapan tahanan lain yang ditahan bersama dia, dan anjingnya, Taichido.

Dalam sidang pengadilan di Naypyidaw pada Senin (7/6), Suu Kyi memberi tahu tim hukum tentang kekurangan uangnya, serta kebutuhan akan obat-obatan dan persediaan lainnya karena dia dan tahanan lainnya menggunakan uang mereka sendiri untuk membeli makanan.

"Amay (sebutan untuk Suu Kyi) mengatakan, dia dan yang lainnya yang ditahan bersama membutuhkan uang tunai untuk makanan dan persediaan setiap dua minggu," kata Min Min Soe, salah satu dari lima anggota tim hukum yang mewakili Suu Kyi.

Ketika militer merebut kekuasaan, menggulingkan pemerintahan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Suu Kyi ditempatkan di bawah tahanan rumah dan dipindahkan ke isolasi di lokasi yang tidak diketahui.

Sponsored

"Amay menuturkan, mereka yang menahannya mengatakan kepadanya bahwa mereka akan memberikan bantuan tetapi dia ingin mengaturnya sendiri. Amay menambahkan bahwa uang tunai 5 juta kyat (US$3.050) sudah cukup untuk saat ini. Dia mengatakan persediaan lain diperlukan," kata pengacara itu.

Junta telah menjatuhkan enam tuntutan terhadap Suu Kyi, termasuk dua berdasarkan Pasal 25 Undang-Undang Penanggulangan Bencana Alam, serta masing-masing satu berdasarkan Pasal 8 Undang-Undang Ekspor dan Impor, Pasal 67 Undang-Undang Telekomunikasi, Pasal 505(b) dari KUHP untuk penghasutan dan Undang-Undang Rahasia Resmi.

Suu Kyi, Presiden Myanmar U Win Myint, dan Ketua Dewan Naypyidaw Myo Aung hadir secara fisik di pengadilan pada 24 Mei dan 7 Juni, sementara sidang sebelumnya diadakan melalui konferensi video. (The Irrawaddy)

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Sabtu, 12 Jun 2021 08:10 WIB
Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Jumat, 11 Jun 2021 07:19 WIB
Berita Lainnya