close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Tim Satgas PRR meninjau pemulihan sawah terdampak bencana di KabupatenvAceh Timur, Aceh. dok. Satgas PRR
icon caption
Tim Satgas PRR meninjau pemulihan sawah terdampak bencana di KabupatenvAceh Timur, Aceh. dok. Satgas PRR
Peristiwa
Sabtu, 31 Oktober 2026 20:28

Rehabilitasi sawah Aceh Timur mulai berbuah panen, capai 6 ton per hektare

Capaian panen tersebut menjadi pijakan untuk memperluas pemulihan produksi pertanian setelah bencana hidrometeorologi mengurangi luas sawah yang dapat digarap.
swipe

Pemulihan sawah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur mulai memberikan hasil bagi petani. Di Gampong Paya Demam Sa, Kecamatan Pante Bidari, sekitar 10 hektare dari 30 hektare lahan yang telah pulih sudah dipanen, dengan hasil rata-rata mencapai 6 ton per hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur Erwin Atnizar mengatakan sekitar 30 persen dari 1.770 hektare sawah rusak sedang telah pulih dan ditanami padi yang siap dipanen. Percepatan rehabilitasi memungkinkan petani segera mengolah kembali lahan setelah pekerjaan selesai.

“Beberapa selesai rehab pada Juli dan langsung tanam,” kata Erwin.

Capaian panen tersebut menjadi pijakan untuk memperluas pemulihan produksi pertanian setelah bencana hidrometeorologi mengurangi luas sawah yang dapat digarap. Menurut Erwin, sebagian lahan hilang akibat perubahan alur sungai, sementara lahan lainnya tertutup endapan lumpur tebal sehingga membutuhkan evaluasi penanganan lebih lanjut.

Di tengah keterbatasan tersebut, pemerintah daerah memusatkan perhatian pada lahan yang masih dapat dipulihkan. Selain rehabilitasi dan optimalisasi lahan, kecukupan air menjadi kebutuhan utama agar sawah yang telah diperbaiki tidak kembali tertunda penanamannya.

Erwin menjelaskan, pemerataan distribusi air antara Aceh Utara dan Aceh Timur perlu diperkuat, terutama untuk menghadapi periode di luar musim hujan. Penanganan irigasi dibutuhkan agar pasokan air menjangkau persawahan secara lebih merata dan mendukung kelangsungan budidaya.

Panen pada lahan hasil optimalisasi dan rehabilitasi diperkirakan berlangsung bertahap pada November–Desember 2026. Namun, sebagian lahan belum dapat ditanami karena masih terkendala sumber air.

“Jadi itu semua untuk Aceh Timur, baik yang oplah kemudian yang rehab itu di bulan 12 kita insyaallah panen. Cuma memang ada progres yang belum bisa ditanami karena itu terkait dengan sumber air,” ujar Erwin.

Pemulihan produksi turut ditopang harga gabah di tingkat petani yang, menurut Erwin, berada pada kisaran Rp7.000–Rp7.500 per kilogram. Kembalinya aktivitas tanam dan panen diharapkan membantu petani memperoleh kembali penghasilan setelah usaha tani mereka terganggu akibat bencana.

Wakil Kepala Perencanaan, Pengendalian, Analisis, dan Evaluasi Satgas PRR Imran mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memperkuat koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh. Koordinasi diarahkan untuk mengidentifikasi dan menangani kebutuhan irigasi pada lahan yang belum memperoleh pasokan air memadai.

img
Tim copywriter
Reporter
img
Tim copywriter
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan