close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Doc. Nigeria Crisis of Kidnapping | Stringer/Reuters
icon caption
Doc. Nigeria Crisis of Kidnapping | Stringer/Reuters
Peristiwa
Minggu, 11 Oktober 2026 15:30

Teror penculikan dan ransom di Borno Nigeria

Krisis penculikan Nigeria menghantam. Warga Borno menjual harta demi anggota keluarga yang disandera.
swipe

Gelombang penculikan yang berulang di Borno, Nigeria, bagian timur laut, meninggalkan luka bagi warga. Aksi teror kelompok bersenjata menghancurkan perekonomian keluarga, memutus akses pendidikan anak, dan menyisakan trauma berkepanjangan. 

Kasus terbaru menurut laporan Al Jazeera (08/10/2026), para keluarga harus berjuang sendiri dalam ketidakpastian. Laraba Dauda (45), seorang warga setempat, hingga kini masih dihantui percakapan terakhir dengan adiknya yang diculik di jalur penghubung Biu-buratai.

Hingga berbulan-bulan berlalu, ia dan keluarganya tidak tahu apakah adiknya masih selamat atau di mana ia disekap, sembari terus mendesak pemerintah agar mempercepat upaya penyelamatan.

Jual Ternak dan Utang Demi Tebusan

Bagi beberapa keluarga di Borno, penculikan menjadi bencana finansial telak. Untuk membebaskan anggota keluarga yang disandera, warga sering kali terpaksa menjual hewan ternak, mencari utang ke sana kemari, hingga menguras seluruh tabungan hidup mereka. 

Pendidikan Anak Lumpuh

Kelompok bersenjata juga kerap menyerang fasilitas pendidikan, membuat ruang-ruang kelas di Borno kosong. Di wilayah Askira-Uba, dari total 113 sekolah dasar yang ada, kini hanya 56 sekolah saja yang masih beroperasi. Serangan beruntun ke sekolah-sekolah, termasuk penculikan puluhan anak di Mussa dan sekolah menengah di Lassa, membuat para orang tua ketakutan (Al Jazeera, 08/10/2026). 

Pemerintah daerah dan pihak sekolah telah berupaya memperketat keamanan dengan mengerahkan tentara, kelompok penjaga malam sukarela, hingga memindahkan siswa ke sekolah asrama yang lebih aman. Namun, bagi para orang tua di Borno, menyekolahkan anak saat ini berarti harus siap mengambil risiko besar.

Hingga kini, Amnesty International Nigeria mengatakan setidaknya 1.100 orang diculik di seluruh negeri antara Januari dan April 2026, serta memperingatkan bahwa angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi karena banyak insiden di komunitas terpencil yang tidak dilaporkan. 

img
Shabrina Dwi Arsa
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan