Terancam gagal ke Senayan, NasDem disarankan evaluasi pencapresan Anies

Berdasarkan survei Indekstat Indonesia, NasDem bersama PPP dan PAN gagal ke DPR karena perolehan suara di bawah 4%.

Prosesi deklarasi pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai presiden oleh Partai NasDem di NasDem Tower, Jakarta, pada Senin (3/10/2022). Twitter/@aniesbaswedan

Partai NasDem disarankan mengevaluasi pengusungan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sebab, potensi partai besutan Surya Paloh ini tersingkir dari parlemen besar ketika eks Gubernur DKI Jakarta itu diusung sebagai bakal calon RI-1.

Dalam survei Indekstat Indonesia, NasDem bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) takkan mendapatkan kursi di DPR lantaran perolehan suaranya di bawah 4%. Detailnya, NasDem meraih 2,1%, PPP 2%, dan PAN 1,5%.

"Akan lebih bisa diterima dan memberikan manfaat ketika Anies Baswedan dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena para pendukungnya akan tetap solid dan bahkan akan menerima limpahan dukungan dari para pendukung Anies," ujar Fernando dalam keterangannya, Selasa (8/11).

Menurutnya, kecil kemungkinan para pendukung Anies memilih NasDem pada Pemilu 2024. Mereka cenderung bakal mencoblos PKS.

"Lebih baik bagi NasDem tidak mencalonkan Anies daripada menjadikan Partai NasDem hanya kenangan pernah memiliki kursi di DPR," ucapnya.