Subsidi kendaraan listrik dipandang tak sesuai dengan kebutuhan rakyat

Pemberian subsidi bagi BBM, listrik, dan pupuk dipandang lebih penting dibandingkan kendaraan listrik.

Ilustrasi. Pixabay

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, Mulyanto, menolak keras rencana pemerintah menggelontorkan subsidi bagi pembelian motor dan mobil listrik pada 2023. Menurut dia, rencana tersebut melukai rasa keadilan masyarakat. 

"Pengguna motor dan mobil listrik itu kan relatif masyarakat kelas menengah dan atas. Mereka tidak membutuhkan subsidi. Yang butuh subsidi adalah masyarakat yang tidak mampu untuk membeli komoditas pupuk, listrik, BBM, dan lain-lain," kata Mulyanto kepada wartawan, Selasa (20/12).

Mulyanto menilai, rencana subsidi pembelian motor listrik juga paradoks. Pasalnya, subsidi untuk masyarakat menengah dan atas jor-joran, sementara subsidi untuk masyarakat yang tidak mampu malah ditahan-tahan.

Ia mengecam sikap tidak adil pemerintah dalam mengalokasikan dana subsidi. Kepada masyarakat mampu, kata dia, pemerintah dengan gampang menggelontorkan subsidi triliunan rupiah. Sementara, untuk masyarakat kecil anggaran subsidi dikeluarkan sedikit-sedikit. 

"Itu pun masih dikeluhkan dan terus dikurangi jumlahnya," katanya.