sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pasar properti perkantoran capai keseimbangan baru tahun 2022

 Kondisi pasar properti perkantoran masih akan sulit pulih pada 2021.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 07 Okt 2020 14:59 WIB
Pasar properti perkantoran capai keseimbangan baru tahun 2022
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Konsultan properti Colliers International Indonesia memproyeksikan pasar properti perkantoran di wilayah Jakarta baru kembali normal pada 2022.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan kondisi pasar properti perkantoran masih akan sulit pulih pada 2021 setelah dihantam pandemi tahun ini. Akibat Covid-19, penyewa memilih tidak melakukan ekspansi bisnis dan mengakibatkan permintaan perluasan ruang kantor baru berkurang.

"Akibatnya, rata-rata tingkat hunian turun selama waktu berjalan tahun 2020," kata Ferry dalam media briefing Colliers International Indonesia, Rabu (7/10).

Mengenai pandemi Covid-19 yang memengaruhi pasar properti perkantoran, menurutnya, apabila vaksin telah ditemukan pada 2021, maka hal tersebut bisa menjadi satu momentum di sektor properti untuk bergerak membaik.

"Vaksin hingga saat ini bukan sesuatu yang sudah terbukti juga. Apabila telah ada vaksin, kami melihatnya 2021 bisa jadi satu momentum, tanda apakah properti bisa membaik dan hasilnya bisa dilihat di 2022," tuturnya.

Pada 2021, Colliers memprediksikan, tingkat hunian ruang kantor akan mencapai titik terbawahnya, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tingkat hunian ruang perkantoran baik di wilayah Central Business District (CBD) maupun non-CBD diperkirakan akan mencapai angka 78%, menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Adapun hingga kuartal III-2020 ini, Colliers mencatat tingkat hunian ruang perkantoran untuk wilayah CBD berada di angka 81% dan non-CBD sebesar 83%. Hingga akhir tahun 2020, Colliers memperkirakan tingkat hunian ruang perkantoran di wilayah CBD masih berkisar 81%, sedangkan non-CBD diperkirakan mengalami penurunan ke 79%.

"Jadi artinya memang masih perlu waktu bagi bisnis perkantoran untuk kembali ke waktu yang normal dan kami lihat juga pasokannya tidak terlalu banyak," ujarnya.

Sponsored

Dia menjelaskan, suplai ruang kantor yang menurun ini akan membuat satu kondisi yang nantinya menciptakan keseimbangan antara pasokan ruang kantor baru dan level permintaan. Dengan kondisi pasok kantor baru yang relatif berkurang, maka akan ada keseimbangan baru di pasar properti perkantoran pada 2022.

Berita Lainnya