sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bank DKI merelaksasi debitur terdampak Covid-19

Relaksasi diberikan kepada debitur kredit mikro, kecil, dan konsumer.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Kamis, 23 Jul 2020 09:47 WIB
Bank DKI merelaksasi debitur terdampak Covid-19

Pemimpin Grup Kredit Usaha Menengah, Kecil atau UMK Bank DKI Wahyudi Dwi Irawan mengatakan, Bank DKI telah memberikan alternatif relaksasi bagi debitur yang terdampak Covid-19. Bahkan menyediakan kemudahan fasilitas pengajuan kredit melalui e-form Bank DKI.

“Semua personel kantor cabang telah kami minta untuk menghubungi debitur dengan media yang ada, tanpa harus bertemu dengan debitur,” kata Wahyudi dalam diskusi virtual bersama wartawan balai kota di Jakarta, Rabu (22/7).

Relaksasi diberikan kepada debitur kredit mikro, kecil, dan konsumer. Bank DKI juga melakukan penangguhan terhadap pokok pinjaman dan menurunkan suku bunganya.

“Kami juga menambah tenor atau jangka waktu peminjaman kepada debitur,” ujar Wahyudi.

Relaksasi ini diberikan sesuai dengan kategori pelaku UKM tersebut. Misalnya debitur yang cash flow (perputaran uangnya) terhenti sejak pandemi Covid-19 mulai ada di Jakarta.

Sementara bagi pelaku usaha yang omzetnya turun hingga 80%, Bank DKI akan menurunkan suku bunga pinjaman. “Semua kami tangguhkan pokok pinjaman dalam jangka waktu enam bulan, tetapi setiap tiga bulan akan kami review kembali,” ungkapnya.

Dalam diskusi bertajuk 'optimalisasi kredit usaha mikro untuk pulihkan ekonomi Jakarta' ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sambutannya, meminta agar Bank DKI selaku BUMD dapat terus berupaya membantu pelaku usaha UMKM di Jakarta. 

Pemprov DKI pun siap mengeluarkan paket kebijakan dengan tujuan agar UMKM di ibu kota bisa kembali pulih dan menggeliat lagi. 

Sponsored

"Tantangan pada saat ini, bagaimana bisa memberikan paket-paket kebijakan termasuk akses kepada fasilitas kegiatan usaha. Mulai dari mulai fasilitas kredit sampai pasar yang membuat mereka tumbuh berkembang," kata Anies. 

Anies menilai, UMKM merupakan sektor yang selama ini menjadi penopang ekonomi Jakarta. Karenanya dia meminta agar semua pihak termasuk Bank DKI, pengamat ekonomi, dan himpunan pengusaha dapat bersama-sama mencari solusi konkret untuk jangka pendek dan menengah. 

"Saya berharap semuanya bisa berikan masukan dan solusi yang diberikan tidak bersifat jangka pendek saja, tetapi jangka menengah," tuturnya. 

Berita Lainnya