BCA akan stock split sahamnya 1:5
BCA akan menggelar RUPSLB untuk aksi korporasi ini. BCA akan memecah sahamnya dengan rasio 5:1.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) berencana melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar atau stock split. Aksi korporasi ini untuk memberikan kesempatan bagi investor ritel berinvestasi di saham BCA.
Direktur Utama Bank BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, rapat direksi dan komisaris BCA pada Kamis (29/7), menyetujui aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5 atau satu saham lama menjadi lima saham baru.
Nilai nominal per unit saham BBCA saat ini adalah Rp62,50, sedangkan nilai nominal per unit saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp12,5. Sebagai informasi, harga saham BBCA di penutupan perdagangan Jumat (30/7), ada di level Rp29.850 per unit saham.
“Melalui aksi korporasi stock split ini, kami berharap harga saham BBCA akan lebih terjangkau bagi para investor ritel, utamanya demografi investor muda yang saat ini aktif meramaikan bursa. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal dalam negeri.” kata Jahja dalam keterangan resminya, Jumat (30/7).
Proses stock split akan mengikuti ketentuan yang berlaku dan membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. RUPSLB BCA rencananya diselenggarakan pada 23 September 2021.
Setelah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham, BCA akan berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia untuk memproses stock split yang diperkirakan terjadi pada Oktober 2021.

Derita jelata, tercekik harga pangan yang naik
Senin, 21 Feb 2022 17:25 WIB
Menutup lubang “tikus-tikus” korupsi infrastruktur kepala daerah
Minggu, 13 Feb 2022 15:06 WIB
Segudang persoalan di balik "ugal-ugalan" RUU IKN
Minggu, 23 Jan 2022 17:07 WIB
Bailout SVB dan pendanaan startup yang kian selektif
Sabtu, 25 Mar 2023 16:05 WIB
Jerat narkotika di kalangan remaja
Jumat, 24 Mar 2023 06:10 WIB