sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BI: Dana asing masuk Rp1,7 triliun ke SBN selama aksi 22 Mei

Aliran modal masuk (capital inflow) melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp1,7 triliun. 

Soraya Novika
Soraya Novika Kamis, 23 Mei 2019 19:20 WIB
BI: Dana asing masuk Rp1,7 triliun ke SBN selama aksi 22 Mei

Bank Indonesia (BI) menyatakan aksi massa 22 Mei tidak menyurutkan minat investor asing menanamkan modal ke Indonesia. BI mencatat dalam dua hari terakhir aliran modal masuk (capital inflow) melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp1,7 triliun. 

"Kami mencatat di dua hari terakhir ini terjadi net buy asing Rp 1,7 trilliun," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (23/5).

Di sisi lain, aksi tersebut juga disebut tidak mempengaruhi laju masuknya dana asing ke instrumen surat utang pemerintah Indonesia.

Padahal, di pasar saham, dana asing terus keluar. Kemarin saja, investor asing membukukan jual bersih senilai Rp143,7 miliar di pasar saham (pasar reguler), menandai jual bersih selama 14 hari beruntun (dimulai dari tanggal 3 Mei).

Jika ditotal, dalam 14 hari tersebut, total jual bersih investor asing di pasar reguler mencapai Rp10 triliun.

Menurut Perry, posisi yield Surat Utang Negara (SUN) bertenor 10 tahun saat ini yang menjadi acuan menunjukkan pola penurunan. Artinya, risiko pada pasar SBN domestik pun mulai mereda.

Hal ini, menurut Perry, berasal dari kepercayaan pasar dan investor asing terhadap perbaikan ekonomi Indonesia ke depan. Selain juga dari imbal hasil SBN yang menarik turut mempengaruhi sama kuatnya.

"Melihat yield SUN 10 tahun terakhir itu turun dari sebelumnya 8,05% menjadi saat ini 7,95%. Sementara sejak awal tahun total inflow pada pasar SBN mencapai Rp57 triliun. Sehingga kami sampaikan bahwa inflow yang berlanjut ini menunjukkan confidence pasar maupun investor asing," tuturnya.

Sponsored

Di samping itu, Perry menyatakan posisi nilai tukar rupiah juga turut menguat di kisaran Rp14.470 - Rp14.475 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Selain hasil intervensi BI, penguatan rupiah ini didorong mekanisme pasar yang makin meningkat dengan transaksi jual beli yang berjalan baik.

"BI menekankan komitmen terus berada di pasar melakukan stabilitas rupiah sesuai fundamentalnya. Kami perkirakan, rupiah akan tetap bergerak stabil dan cenderung menguat," katanya.