sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BNI, BRI, Mandiri akan perpanjang tenor utang Garuda Indonesia

BRI dan BNI setuju mengkonversi sebagian pinjaman jangka pendek menjadi pinjaman jangka panjang, dengan jatuh tempo pada 2026.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 28 Jun 2021 09:35 WIB
BNI, BRI, Mandiri akan perpanjang tenor utang Garuda Indonesia

Maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menyampaikan, telah mendapatkan persetujuan perpanjangan pinjaman dari tiga bank Himpunan Bank Negara (Himbara). Ketiga bank tersebut yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetio mengatakan, BRI dan BNI setuju untuk mengkonversi sebagian pinjaman jangka pendek menjadi pinjaman jangka panjang, dengan jatuh tempo pada 2026. 

"Bank Mandiri memberikan persetujuan restrukturisasi pinjaman melalui perpanjangan pinjaman sampai Desember 2021 dan menangguhkan kewajiban clean-up pinjaman," kata Prasetio dalam keterbukaan informasi BEI yang dikutip Alinea.id, pada Senin (28/6).

Sementara bank-bank non-Himbara, kata Prasetio, setuju memberikan perpanjangan pinjaman. 

Dia melanjutkan, skema restrukturisasi yang akan ditawarkan perseroan ke masing-masing kreditur saat ini sedang dalam proses diskusi perseroan dan konsultan-konsultan pendukung. Emiten berkode saham GIAA ini akan mengupayakan opsi terbaik yang akan dikaji untuk kepentingan perseroan dan seluruh pemegang saham. 

Adapun upaya Garuda Indonesia untuk memulihkan kesehatan dan profitabilitas ini akan didukung upaya penuh tim konsultan perseroan. Termasuk dalam tim tersebut adalah Guggenheim Securities dan Mandiri Sekuritas sebagai penasihat keuangan. 

Selain itu, perseroan juga menunjuk Cleary Gottlieb Steen & Hamilton dan Assegaf Hamzah & Partners sebagai penasihat hukum dan McKinsey sebagai penasihat bisnis. 

"Bersama dengan manajemen internal perseroan, tim ini akan fokus untuk membantu perseroan dalam menghadapi tantangan luar biasa akibat pandemi Covid-19, termasuk skema atas penyelesaian utang perseroan," tulis Prasetio.

Sponsored
Berita Lainnya