sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Bukit Asam siap ekspor batu bara ke 3 negara

PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) telah membukukan komitmen pembelian batu bara high calorie value (HCV) dari Australia, Vietnam, dan Malaysia.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 28 Okt 2019 14:48 WIB
Bukit Asam siap ekspor batu bara ke 3 negara

PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) menargetkan produksi batu bara kalori tinggi atau high calorie value (HCV) sebesar 3 juta ton pada 2020. PTBA juga sudah mengantongi pemesanan 50% dari total produksi HCV di tahun depan.

Direktur Niaga PTBA Abid Ubaidillah HCV tersebut akan diekspor ke pasar Australia, Vietnam, dan Malaysia. Namun demikian, Abid mengaku perseroan menghindari ekspor HCV ke China karena sedang melakukan perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

"Ada ketidakpastian yang memang harus kita hindari," ujar Abid usai paparan kinerja PTBA di Jakarta, Senin (28/10).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan pihaknya berencana akan memperbesar produksi HCV pada 2020 karena melihat permintaan yang masih baik dari premium market.

"Pangsa pasar yang akan kami jajaki untuk penjualan HCV tahun depan adalah ke Filipina, Bangladesh, Thailand, Taiwan, ini semua sudah dalam pipeline kita," kata Arviyan.

Arviyan melanjutkan, peningkatan produksi batu bara kalori tinggi ini bisa terjadi karena didukung dengan peningkatan kapasitas angkutan batu bara dari Tanjung Enim ke Dermaga Kertapati, Sumatra Selatan menjadi 5 juta ton pada tahun ini.

Dengan penambahan kapsitas batu bara tersebut, maka akan meningkatkan kapasitas jumlah pengiriman kepada pembeli luar negeri.

Sementara, hingga kuartal III-2019, PTBA sudah menjual 3 juta ton batu bara HCV.  Abid Ubaidillah mengatakan pihaknya tahun ini berencana memproduksi batu bara kalori tinggi sebanyak 3,8 juta ton.

Sponsored

"HCV PTBA sudah melebihi permintaan pasar, tahun ini tak bisa kita penuhi lagi permintaan pasarnya," kata dia.

Sebagai informasi, perseroan merencanakan produksi semua jenis batu bara sebesar 27,3 juta ton sepanjang tahun 2019 atau naik 3% dari realisasi tahun sebelumnya sebesar 26,4 juta ton.

Untuk volume penjualan batu bara hingga akhir 2019, perseroan menargetkan peningkatan menjadi 28,4 juta ton. Penjualan tersebut terdiri atas penjualan batu bara domestik sebesar 13,7 juta ton dan penjualan batu bara ekspor sebesar 14,7 juta ton atau secara total sebesar 28,4 juta ton.

Target ini meningkat 15% dari realisasi penjualan batu bara sepanjang 2018 sebesar 24,7 juta ton. Peningkatan target penjualan ini ditopang oleh rencana penjualan ekspor untuk batu bara kalori tinggi ke premium market sebesar 3,8 juta ton.