sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Cara Pertamina distribusikan BBM satu harga di 69 daerah terluar

Pertamina salurkan BBM melalui berbagai moda transportasi baik mobil tangki, kapal laut, sampan hingga pesawat Air Tracktor untuk angkut BBM

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 31 Des 2018 10:31 WIB
Cara Pertamina distribusikan BBM satu harga di 69 daerah terluar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

PT Pertamina (Persero) sepanjang tahun 2018 berhasil melampaui target pencapaian operasional Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga. Dari target 67 titik, Pertamina telah mengoperasikan 69 titik BBM Satu Harga pada daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di wilayah Indonesia.

Dengan capaian ini, sejak mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo terkait penyaluran BBM Satu Harga pada tahun 2017, total sudah 123 titik yang sudah berhasil dibangun Pertamina.

“Meskipun tahun 2018 target yang ditetapkan lebih banyak dibanding tahun 2017, dengan sinergi dan komitmen yang tinggi dari semua pihak, alhamdulillah, justru pencapainnya melebihi target,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito,  dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (31/12).

Operasional BBM Satu Harga, lanjut Adiatma, tersebar di seluruh wilayah 3T. Itu mulai dari Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua. Titik BBM Satu Harga terbanyak berada di Papua yakni28 titik. Disusul Kalimantan (27 titik), Sumatera (24 titik), Nusa Tenggara (15 titik), Sulawesi  (14 titik), Maluku (11 titik)  dan Jawa-Bali (4 titik).

Pertamina menyalurkan BBM Satu Harga melalui berbagai moda transportasi baik mobil tangki, kapal laut, sampan hingga pesawat Air Tracktor untuk mengangkut BBM. 

"Prinsipnya, kami berupaya untuk menyalurkan BBM ke daerah 3T secara kontinyu. Itulah komitmen Pertamina sebagai perwujudan BUMN hadir untuk negeri, sehingga saudara-saudara kita di seluru pelosok tanah air bisa merasakan BBM dengan harga yang sama dengan daerah lain,” ujarnya.

Adapun BBM Satu Harga ini telah mendorong aktivitas perekonomian di daerah 3T, karena masyarakat semakin mudah mendapatkan akses BBM. Harga BBM di tiap pulau yang sebelumnya tinggi bekisat Rp7.000 hingga Rp100.000 per liter kini jauh menurun menjadi Rp6.450 (premium) dan Rp5.150 (solar).

Harga BBM di Pulau Sumatera dan Kalimantan sebelumnya berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp40.000 per liter, di Maluku antara Rp8.000 hingga Rp17.000, Sulawesi antara Rp8.000 hingga Rp25.000, Nusa Tenggara antara Rp8.000 hingga Rp9.500 serta tertinggi Papua antara Rp15.000-Rp100.000.

Sponsored

“BBM Satu Harga telah mendorong efisiensi biaya transportasi, harga barang-barang juga menurun sehingga pertumbuhan ekonomi di wilayah semakin menggeliat, karena BBM adalah energi bagi pergerakan ekonomi masyarakat,” kata Adiatma.

Sementara itu, berdasarkan surat Kep. Dirjen Migas No.09.K/10/DJM.O/2017 tanggal 23 Januari 2017, tentang Lokasi Tertentu Untuk Pendistribusian JBT & JBKP, Pertamina ditargetkan mendirikan lembaga penyalur BBM Satu Harga di 150 titik selama 3 tahun dari 2017– 2019. Pada 2017 ditargetkan 54 lokasi, 2018 sebanyak 67 lokasi dan 29 lokasi pada 2019.

“Tahun depan, insya Allah target BBM Satu Harga juga akan kita capai dengan baik, semoga juga bisa kembali melebih target,” tutur Adiatma.

Adapun 69 titik BBM Satu Harga yang sudah beroperasi pada tahun 2018 adalah sebagai berikut: 

1. Seimenggaris, Nunukan (9 Maret)
2. Kec. Liang, Banggai Kep. (9 Maret)
3. Banggai Tengah, Banggai Laut (16 April)
4. Wawoni Barat, Kep. Konawe (11 Juni)
5. Tagulandang, Kep. Sitaro (29 Juni)
6. Distrik Prime, Lanny Jaya (6 April)
7. Distrik Fayit, Asmat (2 Juli)
8. Gido, Nias (26 Juli)
9. Kep. Sula, Maluku Utara (31 Juli)
10. Miangas, Kab. Kep. Talaud (30 Juli)
11. Belantikan Raya, Lamandau (3 Agustus)
12. Sungai Boh, Malinau (7 Agustus)
13. Tolinggula, Gorontalo (27 Agustus)
14. Wamena, Jayawijaya (27 Agustus)
15. Sabu, Sabu Raijua (29 Agustus)
16. Bintuni, Teluk Bintuni (30 Agustus)
17. Katingan Kuala, Katingan Hulu (30 Agustus)
18. Musi Banyuasin, Lalan (30 Agustus)
19. Borong, Manggarai Timur (30 Agustus)
20. Bokondini, Tolikara (30 Agustus)
21. Essang, Kab. Kep. Talaud (4 September)
22. Nanusa, Kab. Kep. Talaud (4 September)
23. Bawolato, Kab. Nias (7 September)
24. Sengah Temila, Landak (15 September)
25. Moyohulu, Sumbawa (18 September)
26. Wera, Bima (18 September)
27. Praya Barat Daya, Lombok Tengah (18 September)
28. Pototano, Sumbawa Barat (18 September)
29. Labuan Badas, Sumbawa (18 September)
30. Suoh, Lampung (20 September)
31. Sokan, Melawi (20 September)
32. Biatan, Berau (23 September)
33. Loksado, Hulu Sungai Selatan ( 24 September)
34. Kamipang, Katingan ( 16 September) 
35. Amanuban Selatan, Timor Tengah (26 September)
36. Krayan Selatan, Nunukan (26 September)
37. Satarmese, Manggarai (26 September) 
38. Ende Selatan, Ende (26 September)
39. Lumbis, Nunukan (26 September)
40. Ketungau Hulu, Sintang (26 September)
41. Nibung, Musi Rawas Utara (26 September)
42. Distrik Siret, Asmat (26 September)
43. Daha Barat, Hulu Sungai Selatan (26 September)
44. Tel. Merantai, Pelalawan (28 September)
45. Sigi, Kulawi (28 September)
46. Air Buaya, Buru (28 September)
47. Teweh Timur, Gunung Purei (28 September)
48. Gunung Purei, Barito Utara (29 September)
49. Ibu Selatan, Halmahera Barat (30 September)
50. Maba Selatan, Halmahera Timur (30 September)
51. Aru Utara, Kep. Aru (30 September) 
52. Aifat, Maybrat (30 Spetember)
53. Rikit Gaib, Gayo Lues ( 1 Oktober)
54. Terangun, Gayo Lues ( 1 Oktober) 
55. Misool, Raja Ampat  (2 Oktober) 
56. Hibala, Nias Utara (27 Oktober)
57. Siberut Utara, Kep. Mentawai (27 Oktober)
58. Sipora Selatan, Kep. Mentawai (27 Oktober)
59. Kayan Selatan, Malinau (30 Oktober)
60. Bolakme, Jayawijaya (31 Oktober)
61. Pulau Banyak, Aceh Singkil (31 Oktober)
62. Sitoli Ori, Nias Utara (5 November)
63. Abenaho, Yalimo (27 November) 
64. Sangir Batanghari, Solok Selatan (30 November) 
65. Pulau Aru, Kep. Aru (30 November) 
66. Sangir Balai Janggo, Solok Selatan (30 November)
67. Lunyuk, Sumbawa (1 Desember)
68. Wermaktian, Maluku (13 Desember)
69. Maybrat, Papua Barat (29 Desember) 

Berita Lainnya