close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Sebuah mobil mengisi BBM di sebuah SPBU Pertamina. Foto: bumn.go.id.
icon caption
Sebuah mobil mengisi BBM di sebuah SPBU Pertamina. Foto: bumn.go.id.
Bisnis
Rabu, 28 September 2022 06:21

Pertalite dikeluhkan lebih boros, cek kebenarannya dengan tips berikut ini

Empat cara disarankan untuk memastikan kebenaran Pertalite lebih boros.
swipe

Sejak Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Pertalite, resmi menglami kenaikan harga menjadi Rp10.000 pada 3 September lalu, banyak netizen ramai mengeluh melalui media sosial. Pasalnya, menurut pengendara motor maupun mobil, penggunaan BBM Pertalite dirasakan menjadi semakin boros dan lebih cepat menguap.

“Bensin jenis Pertalite dengan harga baru ini selain lebih mahal juga lebih boros, cepat habis dengan pemakaian normal PP rumah-kantor. Kualitasnya dikurangikah?” ungkap akun Twitter dengan nama @Widdo_Bag, dikutip Selasa (27/9).

Beberapa pengendara juga mengatakan melihat perubahan warna pada BBM Pertalite yang kini lebih keruh dibandingkan dulu. Akun Investigasi86 di FaceBook sempat viral pada Senin (26/9), karena membagikan foto perbandingan Pertalite sekarang dan sebelumnya.

Dalam menanggapi isu ini, Pertamina menegaskan bahwa tidak ada penurunan kualitas ataupun perubahan spek BBM Pertalite. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, meyakini mutu dan spesifikasi BBM Pertalite yang dijual sudah sesuai. Adapun standar dan mutu Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi di Indonesia sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM RON 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

Pengecekan konsumsi BBM pada kendaraan dapat dilakukan apabila penggunaannya telah dirasa menjadi semakin boros. Benny Fajarai selaku co-founder dari Lifepal.co.id, sebuah insurance marketplace terdepan di tanah air, membagikan beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengecek konsumsi bahan bakar kendaraan.

Menghitung dengan metode Full to Full
Cara pertama yang dapat digunakan untuk mengetahui rata-rata konsumsi BBM kendaraan adalah metode Full to Full. Metode ini dapat digunakan untuk menghitung seberapa besar konsumsi bahan bakar pada mobil maupun motor dengan cara mengisi tangki bensin penuh sebelum dan sesudah perjalanan. Dengan cara ini, akan terlihat berapa liter BBM yang telah digunakan untuk jarak perjalanan yang telah ditempuh.

Kekurangan dari metode ini adalah faktor perubahan volume BBM yang dapat terjadi saat suhu di dalam tangki meningkat, sehingga tidak bisa sepenuhnya akurat. Selain itu, metode ini membutuhkan ketelitian serta ketepatan yang tinggi.

Mengukur konsumsi BBM dengan metode MID 
Metode Multi Information Display (MID) merupakan cara lain yang dapat digunakan untuk melihat konsumsi bahan bakar pada kendaraan. Layar MID yang sudah ada pada mobil dapat menampilkan berbagai informasi mulai dari kecepatan kendaraan, isi tangki bahan bakar, tekanan ban, hingga konsumsi bahan bakar kendaraan secara real time.    

Namun, perhitungan dengan MID memiliki kekurangan yaitu tidak sepenuhnya akurat karena sering mengalami perubahan. Perubahan ini biasanya dipengaruhi oleh kecepatan kendaraan, kondisi jalan dan juga jarak tempuh. 

Mencatat angka di odometer 
Mencatat angka yang ada di odometer bisa menjadi cara lain untuk mengecek konsumsi bahan bakar kendaraan. Odometer merupakan fitur pada kendaraan yang memperlihatkan jarak tempuh mobil sejak kendaraan pertama kali digunakan dalam satu kilometer. Mencatat jarak tempuh yang tertera di odometer pada saat melakukan pengisian dan saat bahan bakar habis dapat menunjukkan berapa banyak BBM yang dibutuhkan untuk berapa KM perjalanan.

Gunakan kendaraan secara rutin
Dengan menggunakan kendaraan secara rutin, akan lebih mudah untuk memperkirakan rata-rata konsumsi BBM kendaraan per KM. Jika rutin mengisi bensin serta menggunakan kendaraan, semakin lama akan muncul perkiraan berapa lama bensin dapat bertahan, disesuaikan dengan jarak yang sudah ditempuh sampai bensin tersebut habis.

Beberapa cara di atas dapat dilakukan terlebih dahulu untuk membuktikan apakah Pertalite benar-benar berubah kualitasnya. Pertalite bisa jadi terasa lebih boros karena adanya kenaikan harga ini, sehingga jumlah BBM yang didapatkan dengan nominal tertentu menjadi lebih sedikit dan otomatis lebih cepat habis.

img
Priscilla Violetta Prawira Putri
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan