sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Erick Thohir ungkap mobil listrik lebih hemat bahan bakar

Mobil listrik yang dicek oleh Erick Thohir, telah dicoba oleh tim PLN dari Jakarta ke Bali.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Sabtu, 02 Jan 2021 15:31 WIB
 Erick Thohir ungkap mobil listrik lebih hemat bahan bakar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan pengecekan sejumlah fasilitas stasiun pengisian mobil listrik (charging station). Sambil menguji coba mengendarai mobil listrik, Erick menegaskan kesiapan Indonesia untuk menjadi pemain utama industri mobil listrik.

Mobil listrik yang dicek oleh Erick Thohir, telah dicoba oleh tim PLN dari Jakarta ke Bali. Erick membandingkan, dengan mobil BBM, pengemudi mobil perlu merogoh kocek Rp1,1 juta untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM). Namun, dengan mobil listrik, ongkos pengisian bahan bakar bisa lebih hemat.

"Hari ini saya mencoba mengendarai mobil listrik dan mengecek kesiapan stasiun pengisian kendaraan listrik (charging station) di Bali. Mobil listrik ini sudah dicoba oleh tim PLN dari Jakarta ke Bali, yang apabila dengan BBM ongkosnya adalah Rp1,1 juta, maka dengan mobil listrik hanya Rp200 ribu. Hal ini tentunya sangat menghemat terutama di saat pandemi seperti ini,” kata Erick dalam keterangan resminya, Sabtu (2/1).

Erick melanjutkan, seluruh masyarakat harus menjaga ketahanan energi nasional. Saat ini Indonesia mengimpor 1,5 juta barel BBM per hari atau setara Rp200 triliun per tahun. Dengan adanya mobil listrik, bisa menjadi solusi untuk mengurangi berpindahnya devisa ke luar negeri.

Mobil listrik juga memiliki banyak manfaat. Selain bermanfaat bagi ekonomi, mobil listrik juga bermanfaat bagi lingkungan. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah, untuk mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

“Mobil listrik lebih ramah lingkungan. Emisi yang dihasilkan lebih rendah dibanding kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak, sehingga akan mengurangi polusi udara dan juga polusi suara. Bahkan PLN memberikan diskon 30% untuk isi daya di malam hari,” tutur Erick.

Hal tersebut sudah sesuai dengan perintah Menteri BUMN ke PLN sejak awal, agar memperbaiki layanan kepada masyarakat dan juga mengubah strategi usahanya, sesuai dengan pola kehidupan masyarakat karena pandemi. 

Selain itu, PLN diminta terus mengantisipasi pengembangan mobil listrik. Adapun saat ini, PLN juga sudah masuk dalam konsorsium BUMN yang membangun baterai listrik dengan Korea dan China.

Sponsored
Berita Lainnya