sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

GAPMMI ungkap tantangan industri mamin di pasar ekspor

Sederet tantangan harus dibenahi oleh para pelaku UMKM, mulai dari mutu hingga food safety.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 28 Sep 2020 20:16 WIB
GAPMMI ungkap tantangan industri mamin di pasar ekspor
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di industri makanan dan minuman dalam meningkatkan ekspor.

Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman mengatakan, salah satu tantangan yang harus dibenahi oleh para pelaku UMKM adalah soal mutu dan standar produk ekspor Indonesia yang sesuai dengan permintaan di negara tujuan ekspor.

 "Harus diakui cukup banyak tantangan bagi pelaku UMKM untuk ekspor, baik dari sisi tarif maupun non-tarif, dari mutu, standar, dan regulasi negara tujuan," katanya dalam webinar Akselerasi Produk Pangan UKM Indonesia, Senin (28/9).

Menurutnya, penting bagi pelaku UMKM untuk mengetahui kebiasaan dari negara tujuan ekspor agar produk yang diproduksi sesuai dengan target pasarnya. 

Selain itu, para pelaku usaha juga harus mengikuti perkembangan pasar secara global termasuk dalam kondisi perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan China, untuk melihat peluang yang ada.

Sementara, di tengah kondisi persaingan yang ketat di antara berbagai negara di dunia, dia mengatakan perlunya sejumlah inovasi yang harus dikembangkan oleh para pelaku UMKM. 

"Bagaimana kita harus mengenal habitus dari konsumen negara tujuan, bagaimana kita harus menghadapi trade war, dan juga inovasi yang harus dilakukan untuk bertahan di supply chain," ujarnya.

Namun demikian, sambungnya, hal terpenting yang harus diperhatikan oleh para pelaku UMKM yang ingin meraih pasar ekspor adalah dengan memperhatikan hal terkait keamanan makanan atau food safety.

Sponsored

"Menjaga keamanan pangan sangat penting. Bahkan para pakar teknologi pangan mengatakan produk pangan tidak ada artinya kalau tidak aman. Ini sangat penting," ucapnya.

Dia menuturkan, keamanan pangan Indonesia masih jauh tertinggal dari negara tetangga seperti Thailand dan Singapura yang memiliki standar keamanan makanan yang lebih tinggi.

"Pelaku usaha pangan ini harus sangat memperhatikan ini. Indonesia memang masih tertinggal dari beberapa negara ASEAN seperti Singapura dan Thailand, kita perlu tingkatkan keamanan pangan kita," tuturnya.

 

Berita Lainnya