sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Imbas pandemi, target kinerja Pollux Properti turun pada tahun ini

Perseroan juga memproyeksikan pendapatan dan laba bersih tahun ini turun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 28 Sep 2020 18:09 WIB
Imbas pandemi, target kinerja Pollux Properti turun pada tahun ini
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Emiten properti, PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL) memproyeksikan kinerja tahun ini turun akibat pandemi Covid-19.

Perseroan menargetkan pendapatan turun 13,01% menjadi Rp595,30 miliar dari tahun 2019 sebesar Rp684 miliar. Selain karena pandemi, Direktur Keuangan Pollux Properti Lie Iwan Aliwayana mengatakan penurunan target pendapatan tahun 2020 juga disebabkan karena pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sehingga memengaruhi lesunya permintaan terhadap properti.

"Perseroan memproyeksikan laba bersih tahun berjalan 2020, turun 44,74% menjadi Rp100,92 miliar dari tahun 2019 sebesar Rp182,62 miliar," kata Iwan dalam paparan publik insidentil perseroan, Senin (28/9).

Dia melanjutkan, pendapatan tahun 2020 perseroan berasal dari pengakuan pendapatan lanjutan atas booking sales yang terjadi pada tahun sebelumnya sampai tahun 2019, yang diproyeksikan sebesar Rp428,63 miliar. Tak hanya itu, pendapatan juga berasal atas penjualan baru yang terjadi pada 2020 yang diproyeksikan sebesar Rp166,67 miliar.

"Kami menargetkan marketing sales sebesar Rp167 miliar hingga akhir tahun ini," ujarnya.

Pada 2021, Iwan bilang perseroan akan fokus melakukan pengembangan proyek-proyek terintegrasi tahap berikutnya seperti Meisterstadt tahap dua dengan pengembangan empat tower apartemen, satu gedung perkantoran, satu hotel, dan satu menara rumah sakit.

Perusahaan juga akan mengembangkan proyek terintegrasi Pollux Technopolis tahap dua dengan pengembangan satu tower apartemen, ruko, dan hotel.

"Saat ini kami melakukan rencana penghitungan proyek. Sumber dana proyek-proyek tersebut berasal dari internal dan pre-sales, serta akan kami cari dari eksternal, baik perbankan maupun dari sumber lain yang akan kami eksplorasi di tahun depan, seperti penerbitan obligasi," tuturnya.

Sponsored
Berita Lainnya