sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia manfaatkan perjanjian dagang internasional sebagai pasar UMKM

Produk UKM Indonesia yang diekspor di antaranya adalah furnitur, perabotan, produk perikanan, barang rajutan, dan buah-buahan.   

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 20 Apr 2021 08:07 WIB
Indonesia manfaatkan perjanjian dagang internasional sebagai pasar UMKM

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan skala bisnis UMKM Indonesia melalui ekspor dengan memanfaatkan perjanjian dagang internasional. 

“Kemendag tidak akan berhenti mendukung dan mendorong ekspor produk UKM Indonesia melalui berbagai langkah dan kebijakan, termasuk dengan memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan internasional,” katanya, Senin (19/4).

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan kepada Kemendag untuk mempercepat penyelesaian perundingan perdagangan internasional dengan negara-negara potensial sebagai agenda prioritas.  

Hal ini karena Indonesia kini sedang bertransformasi menjadi negara penghasil produk-produk bernilai tinggi yang membutuhkan pasar-pasar baru di luar negara tradisional/mitra dagang utamanya.

“Saat ini Indonesia telah menyelesaikan 23 perjanjian perdagangan internasional. Para pelaku UKM dapat memanfaatkan secara optimal berbagai kemudahan dan fasilitas dari perjanjian yang telah disepakati dengan negara-negara mitra dagang," ujarnya.  

Dengan segala manfaat yang didapat dari perjanjian perdagangan tersebut, akan mempermudah para pelaku UKM dalam mengekspor produk-produknya ke mancanegara. 

Para pelaku UKM, juga dapat memanfaatkan Free Trade Agreement (FTA) Center dalam mengenalkan produknya ke mancanegara. Saat ini, Kemendag memiliki lima FTA Center yang tersebar di beberapa kota Indonesia, yaitu Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar. 

"FTA Center dapat menjadi instrumen para pelaku UKM dalam mempromosikan produknya ke dunia,” ucapnya.

Sponsored

FTA Center akan berperan memberikan pelayanan konsultasi, edukasi, serta advokasi tentang perjanjian perdagangan bebas. FTA Center mendorong dunia usaha memahami dan memanfaatkan FTA untuk mengembangkan usaha dan menembus pasar global. 

Di samping itu, Kemendag juga memiliki 46 perwakilan perdagangan di luar negeri seperti Atase Perdagangan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), Konsul Perdagangan, Kantor Dagang dan Ekonomi, serta Duta Besar di WTO.  

Para pelaku UKM dapat menghubungi para perwakilan perdagangan Indonesia yang bertugas mempromosikan produk Indonesia. Selain itu, para perwakilan perdagangan juga bertugas menyelenggarakan penjajakan kesepakatan dagang (business matching) dengan buyers di luar negeri.

Selain itu, Direktorat Jenderal PEN juga memiliki program pelatihan ekspor yang diselenggarakan oleh Balai Besar penduduknya dan Pelatihan Ekspor Indonesia. 

“Pada pelatihan ekspor tersebut, para pelaku usaha akan mendapatkan bimbingan seperti membuat desain dan memilih kemasan produk yang diminati pasar global saat ini. Sehingga, produk Indonesia tidak kalah dari produk negara lain,” kata dia.

Saat ini produk UKM Indonesia yang diekspor di antaranya adalah furnitur, perabotan, produk perikanan, barang rajutan, dan buah-buahan.   

Berita Lainnya