logo alinea.id logo alinea.id

IPO, saham Inocycle Technology dibuka menguat

PT Inocycle Technology Group Tbk. (INOV) mencari pendanaan untuk membayar utang dan membuka bisnis baru.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 10 Jul 2019 11:45 WIB
 IPO, saham Inocycle Technology dibuka menguat

Perusahaan produsen serat staple buatan dan non woven PT Inocycle Technology Group Tbk. (INOV) resmi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia hari ini, Rabu (10/7).

Saat dibuka pada perdagangan hari ini, saham INOV dibuka menguat dengan mengalami kenaikan sebesar 49,6% ke level Rp374 dari harga penawaran Rp250. Saham INOV mengalami frekuensi transaksi sebanyak dua kali, dengan volume 40 lot, dan dengan nilai Rp1,5 juta. 

Anak usaha Hilon Grup ini menawarkan 608 juta saham atau sebesar 33,624% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Perseroan menawarkan saham mereka dengan harga Rp250. Dengan demikian, perseroan diharapkan mendapatkan dana IPO sebesar Rp152 miliar.

Seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham akan digunakan 40% untuk pembayaran sebagian utang pada PT Putra Karya International, sekitar 30% untuk pengembangan bisnis baru melalui anak usaha baru dalam bentuk usaha patungan, dan 30% untuk menambah modal kerja perseroan, di antaranya untuk pembelian bahan baku.

Direktur INOV Suhendra Setiadi mengatakan dana IPO tersebut akan digunakan untuk mengamankan supply chain berupa bahan mentah, yaitu botol plastik. 

"Jadi kami buat perusahaan ini, masuk online untuk melakukan pengumpulan botol plastik bekas. Sehingga dampaknya tidak hanya bagi inocycle, tapi juga transformasi budaya, dengan melakukan modifikasi terhadap budaya orang Indonesia yang awalnya penyumbang sampah, menjadi waste transformer," ujar Suhendra di BEI, Rabu (10/7).

Suhendra melanjutkan, pihaknya akan mambangun sejumlah pabrik baru di Medan, Makassar, dan Cirebon. Pembangunan tersebut, kata Suhendra akan dimulai tahun ini. 

Sebelumnya, INOV telah memiliki lima pabrik yang terletak di Kabupaten Tangerang, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Banyuasin. 

Sponsored

Untuk diketahui, laba bersih perseroan pada tahun buku 2018 adalah Rp16,041 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 5,1% jika dibandingkan dengan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp15, 256 miliar. Kenaikan ini seiring dengan naiknya laba kotor, laba usaha, dan laba sebelum pajak yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 47,1%, 55,1%, dan 9,4%.