sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

IPO, Sinergi Inti Plastindo tingkatkan produksi 3 kali lipat

Produsen plastic PT Sinergi Inti Plastindo Tbk. (ESIP) mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 14 Nov 2019 11:35 WIB
IPO, Sinergi Inti Plastindo tingkatkan produksi 3 kali lipat

Produsen plastic PT Sinergi Inti Plastindo Tbk. (ESIP) mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (14/11). Emiten yang mendapat kode ESIP ini menawarkan sebanyak 190 juta lembar saham ke publik atau setara dengan 26,69% modal disetor dan ditempatkan penuh perusahaan. 

Bersamaan dengan initial public offering (IPO) saham ini, perseroan juga menerbitkan sebanyak 152 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak 33,78% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Saham ESIP dibuka pada harga penawaran Rp163 per lembar saham. Pada pembukaan perdagangan hari ini, saham ESIP tercatat mengalami kenaikan hingga 69,33% ke level Rp276. Saham ini ditransaksikan dengan volume sebanyak 5 lot, dengan nilai transaksi Rp138.000.

Direktur Utama Sinergi Inti Plastindo Eric Budisetio Kurniawan mengatakan perseroan akan menerima dana sebesar Rp30,97 miliar dari IPO ini setelah sikurangi biaya emisi. Rencananya, dana IPO ini akan digunakan untuk  pembelian tanah dan bangunan pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksi dan volume penjualan perseroan.

"Pabrik baru kami terletak di Cikupa, Tangerang, luasnya setengah hektare (ha). Kami sedang menyiapkan mesin-mesin dan Januari 2020 nanti akan mulai beroperasi," ujar Eric di BEI, Jakarta, Kamis (14/11).

Eric melanjutkan, pabrik baru perseroan akan memiliki kapasitas produksi tiga kali lipat dari pabrik yang ada saat ini. Saat ini, perseroan mampu memproduksi 2.800 ton plastik per tahun. Dengan adanya pabrik baru tersebut, pada 2020 diharapkan kapasitas produksi perseroan meningkat menjadi 5.600 ton plastik per tahun.

Dengan IPO hari ini, Eric pun memproyeksikan kinerja perusahaan akan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Eric memproyeksi akan ada peningkatan 20% dari pendapatan dan laba mereka dari tahun sebelumnya.

"Kami memproyeksi kisaran pendapatan kami bisa mencapai kurang lebih Rp70 miliar, dengan laba 7%-8% dari penjualan," tutur Eric.

Sponsored

Untuk diketahui, berdasarkan prospektus perusahaan per 31 Mei 2019, perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp23,74 miliar, naik 60% dari tahun 2018 secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp14,83 miliar. Sementara itu, laba bersih perseroan per 31 Mei 2019 naik 25,27% menjadi Rp679 juta dari Rp542 juta secara yoy.

Berita Lainnya