logo alinea.id logo alinea.id

Jadi calon tunggal Gubernur BI, DPR masih ragu kinerja Perry Warjiyo

DPR menilai kinerja Perry masih diragukan. Apalagi untuk dapat membuat terobosan memperkuat kebijakan Bank Sentral.

Mona Tobing
Mona Tobing Sabtu, 24 Feb 2018 09:04 WIB
Jadi calon tunggal Gubernur BI, DPR masih ragu kinerja Perry Warjiyo

Presiden Joko Widodo mengajukan nama Perry Warjiyo sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2018-2023.

"Sebagai orang dalam Bank Indonesia, tentu Perry akan melanjutkan kebijakan-kebijakan BI yang selama ini cukup baik dalam mengelola moneter," kata Anggota Komisi XI yang membidangi Keuangan dan Perbankan Muhammad Nur Purnamasidi pada Sabtu (24/2) seperti dikutip Antara

Meski sebagai calon tunggal nama tunggal, bukan berarti Perry dapat dengan mulus mengikuti tahapan fit and proper test. Menurut DPR, kinerja Perry Warjiyo masih diragukan. Apalagi untuk dapat membuat terobosan memperkuat kebijakan Bank Sentral.

Anggota Fraksi Partai Golkar mengaku belum terlalu yakin bahwa Deputi Gubernur BI ini dapat membuat kebijakan yang lebih dinamis ke depan. Sore kemarin (23/2), Istana Kepresidenan sudah mengonfirmasi bahwa Presiden Joko Widodo telah mengirim nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2018-2023 ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Jumat (23/2).

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi menjelaskan bahwa sejak Jumat siang pukul 14.00 WIB, nama calon Gubernur BI telah diterima oleh DPR. Namun Johan belum bisa menjelaskan siapa nama calon yang diajukan Presiden Jokowi untuk mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di DPR.

Anggota Komisi XI DPR yang membidangi Keuangan dan Perbankan Mukhamad Misbakhun mengatakan DPR akan mengagendakan pembacaan surat tersebut dalam Rapat Paripurna selanjutnya. Kemudian membahasnya di Badan Musyawarah dan dilanjutkan uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI.

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi membenarkan sebanyak empat nama telah disodorkan kepada Presiden untuk diseleksi menjadi kandidat Gubernur Bank Indonesia (BI). Nama-nama tersebut kemudian dibahas dengan Presiden dan Wakil Presiden.

Keempat nama yang disodorkan yaitu mantan menteri keuangan Chatib Basri, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, dan petahana Agus Martowardojo.

Sponsored

Perry merupakan alumni Universitas Gadjah Mada yang mengawali karirnya di BI sejak Januari 1984. Pertama kali, pria kelahiran Sukaharjo ini malang melintang dalam urusan moneter hingga internasional. Bidang yang pernah ditangani peraih gelar ekonomi moneter dan internasional dari Lowa State University ini pernah membidangi riset ekonomi dan kebijakan moneter. 

Perry yang kerap menulis sejumlah makalah ekonomi ini memang piawai membidangi isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan dan pengelolaan devisa dan utang luar negeri. 

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB