sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kadin: Batu bara jadi andalan pemenuhan energi nasional

Energi batu bara bisa menyumbang kontribusi terhadap perekonomian melalui penerimaan negara bukan pajak.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 18 Des 2018 17:28 WIB
Kadin: Batu bara jadi andalan pemenuhan energi nasional

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, batu bara masih memiliki peranan besar untuk menjadi andalan pemenuhan energi. Dari energi batu bara bisa menyumbang kontribusi terhadap perekonomian melalui penerimaan negara bukan pajak. Saat ini, Indonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir batu bara terbesar di dunia. 

“Potensi batu bara kita masih relatif besar. Tentunya kita harapkan ini dapat didukung dengan kebijakan dan regulasi yang tepat agar pengembangan dan pemanfaatan batu bara sebagai sumber energi bisa berkembang di masa depan,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Energi Mineral, Batubara dan Listrik, Boy Garibaldi Thohir di Jakarta, Selasa (18/12).

Boy mengatakan, batu bara Indonesia dikenal sebagai batu bara thermal atau paling ramah lingkungan di dunia. Dengan penggunaan teknologi baru yang diterapkan pada proyek pembangkit listrik diharapkan dapat meminimalkan dampak lingkungan. 

Saat ini telah terdapat teknologi pembangkit listrik tenaga uap yang dapat mengurangi dampak emisi CO2 yang cukup signifikan dan hemat bahan bakar, yaitu teknologi superkritikal atau ultra-superkritikal.

Menurut Boy, batu bara masih menjadi sumber energi utama kelistrikan nasional jika dibandingkan dengan sumber listrik lainnya seperti gas alam dan panas bumi. Adanya kepastian program penyediaan listrik dan program 35 GW akan mendorong terciptanya efek ganda yang positif bagi pertumbuhan ekonomi hingga ke daerah-daerah.

Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), per 13 September 2018, PNBP minerba mencapai Rp33,55 triliun. Jumlah tersebut telah melampaui target PNBP tahun ini yang dipatok sebesar Rp32,09 triliun atau sudah terealisasi 104,5%. Proporsi PNBP tersebut 70% berasal dari batubara, sedangkan sisanya 30% disumbang dari sektor mineral.

Di sisi lain, Indonesia juga memiliki posisi geografis yang strategis untuk pasar negara-negara berkembang seperti China dan India. Berdasarkan data IEA, permintaan batu bara global akan stagnan hingga 2022 dan kondisi tersebut juga mempengaruhi permintaan batu bara di China yang menurun secara perlahan. 

Pada tahun 2017, rebound ekonomi dan output hidro yang rendah telah mendorong pertumbuhan permintaan batu bara di China setelah tiga tahun menurun. Meskipun dorongan energi terbarukan dan harga gas yang lebih rendah, permintaan daya tambahan sebagian dipenuhi oleh batu bara.

Sponsored

Seperti diketahui, sekitar 66% dari pembangkit listrik di tanah air hingga saat ini adalah pembangkit listrik berbasis batubara (PLTU). Pasokan batubara untuk kebutuhan PLTU dalam negeri diperkirakan akan meningkat signifikan dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Realisasi di tahun 2015 sekitar 70,8 juta ton dan di tahun 2020 diperkirakan sekitar 177,5 juta ton.