close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto Pixabay.
icon caption
Ilustrasi. Foto Pixabay.
Bisnis
Sabtu, 28 Agustus 2021 15:34

Kantongi Rp811 miliar, AwanTunai genjot ekspansi dalam negeri

Pendanaan ekuitas berasal dari investor baru, BRI Ventures dan OCBC NISP Ventura, serta partisipasi pendanaan dari investor yang telah ada.
swipe

Perusahaan financial technology AwanTunai, platform pembiayaan untuk pedagang grosir dan eceran tradisional, memperoleh pendanaan US$56,2 juta atau Rp811 miliar dalam bentuk ekuitas dan pinjaman. 

Pendanaan ekuitas segar senilai US$11,2 juta atau Rp161,6 miliar berasal dari investor baru, BRI Ventures dan OCBC NISP Ventura, serta partisipasi pendanaan dari investor yang telah ada, yakni Insignia Ventures dan Global Brains. Sementara untuk fasilitas pinjaman diberikan Accial Capital dan Bank OCBC NISP senilai lebih dari US$45 juta. Dana itu untuk mendukung bisnis fintech grup AwanTunai di Indonesia.

Chief Executive Officer AwanTunai Dino Setiawan mengatakan, pendanaan dalam series A2 akan digunakan untuk membiayai ekspansi dalam negeri AwanTunai, yang bertujuan untuk memajukan dan memberdayakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) mikro Indonesia dengan menyediakan akses terjangkau dan cepat terhadap pembiayaan.

“AwanTunai sedang membangun infrastruktur data untuk digitalisasi transaksi pembelian persediaan offline. Data tersebut efektif untuk manajemen risiko kredit dan membuka kesempatan bagi UMKM mikro yang sebelumnya minim akses, agar dapat mengakses modal kerja yang berasal dari institusi perbankan mitra kami," kata Dino dalam keterangan resminya yang dikutip Alinea.id, Sabtu (28/8).

Pihaknya berharap AwanTunai menjadi platform yang membuat industri perbankan dapat menjangkau jutaan UMKM tradisional, yang sebelumnya sulit memperoleh layanan.

Hingga bulan Juni 2021, AwanTunai telah bekerja sama dengan lebih dari 160 mitra supplier untuk membantu pedagang grosir tradisional melakukan digitalisasi dan pembiayaan usaha mereka, serta menyediakan pembiayaan pembelian persediaan dan pemesanan online terintegrasi bagi konsumen warung UMKM mikro melalui aplikasi mobile AwanToko.

AwanTunai telah melayani lebih dari 8.000 pedagang mikro sebagai pengguna, dengan peningkatan jumlah pengguna yang berasal dari kota tier dua dan tiga di Indonesia.

“AwanTunai menyediakan akses lebih terhadap modal kerja bagi para UMKM yang kurang dilayani, dengan akses lebih baik terhadap modal kerja. Kami meneruskan dukungan kami kepada AwanTunai untuk meningkatkan peran UMKM di Indonesia,” kata Managing Director OCBC NISP Ventura Dary Ratulangi.

Sementara itu, CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengatakan, AwanTunai memiliki profil pelanggan yang serupa dengan BRI.

"Dengan memberdayakan pedagang mikro, yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, AwanTunai telah membantu usaha kecil mempertahankan dan mengembangkan usaha mereka dalam masa-masa yang sulit ini. Kami berharap dapat berkolaborasi lebih lanjut dengan AwanTunai untuk menjangkau UMKM yang selama ini kurang dilayani,” ujar Nicko.

Chief Investment Officer Accial Capital Michael Shum mengatakan, dukungan ketahanan rantai pasok dan UMKM adalah prioritas paling utama dalam krisis ini. Menurutnya, kemajuan data AwanTunai telah memungkinkan ekosistem mereka yang terdiri atas pemasok dan pedagang mikro yang berbasis tunai, untuk mencapai penghasilan yang lebih besar dan manajemen arus kas yang lebih baik melalui platform mereka.

“Eksekusi mereka yang kuat selama pandemi merupakan suatu alasan utama kami bangga untuk menegaskan komitmen kami atas visi mereka dengan meningkatkan investasi kami untuk mendukung tim ini dalam tahap perkembangan mereka selanjutnya," ucapnya.

img
Annisa Saumi
Reporter
img
Satriani Ari Wulan
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan