logo alinea.id logo alinea.id

Menimbang saham emiten klub sepak bola Indonesia

Sepak bola akan menjadi sektor baru yang memiliki daya tarik sendiri bagi investor. 

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 05 Mar 2019 10:20 WIB
Menimbang saham emiten klub sepak bola Indonesia

Kemunculan salah satu klub sepak bola di pipeline Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham Bursa Efek Indonesia membawa angin segar bagi pelaku pasar.

Pendiri dan Direktur Jagartha Advisor FX Iwan mengatakan, sepak bola akan menjadi sektor baru yang memiliki daya tarik sendiri bagi investor. 

"Setiap tambahan sektor baru di bursa melalui IPO tentunya akan mempunyai daya tarik tersendiri. Mengingat jumlah emiten dan sektor yang masih terbatas yang sudah listing," kata Iwan saat dihubungi Alinea.id, Senin (4/3).

Perkembangan ekonomi dan meningkatnya daya beli masyarakat lapisan bawah dan menengah akan menjadi faktor positif bagi dunia olahraga. 

Pasalnya, sepak bola memiliki ketertarikan sendiri bagi para penonton, khususnya para fans dari klub itu sendiri. Jumlah penonton sepak bola diharapkan terus tumbuh.

Bertambahanya jumlah penonton, berdampak pada pendapatan klub sepak bola. "Pendapatannya seperti penjualan tiket, penjualan merchandise, hak siar, sponsorship, rewards dari kejuaraan dan lainnya," kata Iwan.

Untuk saat ini, dari sisi keuangan masih cukup menarik dan meyakinkan investor untuk berinvestasi di saham klub sepak bola. Apalagi gaji pemain sepak bola Indonesia masih relatif murah.

Kendati begitu, untuk berinvestasi di saham emiten klub sepak bola, ada baiknya investor memerhatikan beberapa hal. Salah satunya, yaitu situasi sepak bola nasional yang kurang mendukung terutama setelah adanya kasus pengaturan skor yang menciderai sportivitas sepak bola Indonesia.

Sponsored

"Ini akan menjadi konsekuensi investor. Apabila kinerja klub tidak memuaskan secara finansial akan tetap berdampak negatif bagi saham sepak bola tersebut," ujarnya.

Adapun risiko terbesar saat berinvestasi di klub sepak bola tetap dari sisi finansial perusahaan dan juga ekosistem sepak bola di Indonesia. "Hal itu akan menentukan apakah pertumbuhan pendapatan dapat mengalami kenaikan dari tahun ketahun," ucapnya.

Untuk mendapatkan aliran pendapatan yang sehat, klub sepak bola tidak hanya mengandalkan penjualan tiket dan merchandise. Tetapi dapat melalui channel lainnya sehingga dari segi finansial tetap menunjukkan kinerja yang positif.

Sebagai informasi, klub sepak bola Bali United berencana mencatatkan sahamnya di pasar modal pada kuartal II tahun ini. Perusahaan berencana melepas 33,3% saham dengan target dana perolehan senilai Rp300 miliar. 

"Secara overall kami tentunya menyambut positif Bali United yang akan IPO dengan harapan memberikan contoh dan semangat, bagi klub sepak bola Indonesia untuk bertumbuh. Mengikuti jejak klub sepak bola terkenal lainnya yang sudah listing di luar negeri, seperti Manchester United dan Juventus," ujar Iwan.