close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
 Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki. Alinea.id/Annisa Saumi

Menkop ungkapkan lima pondasi dalam pemulihan UMKM 2021

Pemulihan yang tidak sekedar tumbuh kembali seperti kondisi sebelum pandemi.
swipe

Kementerian Koperasi dan UMKM mengatakan, ada beberapa lima pondasi dalam pemulihan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada saat pandemi Covid-19, yaitu dengan memberikan kemudahan pembiyaan dan subsidi.

“Pemulihan yang tidak sekedar tumbuh kembali seperti kondisi sebelum pandemi. Tetapi sekaligus menyiapkan UMKM dan koperasi lebih siap menghadapi krisis ataupun perubahan lingkungan di masa-masa akan datang,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kamis (30/12) dalam Konferensi Pers Akhir Tahun 2021.

Lima pondasi yang dimaksud, pertama kemudahan akses pembiayaan, yakni kepada pelaku usaha mikro dengan pemberian hibah (BPUM) kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro sebesar Rp15,36 triliun pada 2021. Di luar BPUM ada juga pembiayaan PNM yang tumbuh. 

Kepada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) diberikan tambahan subsidi bunga KUR 3% dan telah disalurkan kepada 7,5 juta debitur dengan pembiayaan Rp278,38 triliun atau 97,81% dari target Rp285 triliun per 30 Desember 2021. 

Kepada pelaku koperasi diberikan fasilitas pembiayaan bunga ringan (3% sliding) dengan realisasi sebesar Rp1,64 triliun atau 102,6% dari target Rp1,6 triliun (LPDB, per 26 Desember 2021). 

Pondasi kedua adalah perluasan pasar dan digitalisasi. Dalam kurun satu tahun, onboarding UMKM meningkat pesat dari sebelumnya 8 juta di awal 2020 menjadi 16,9 juta pada November 2021. 

“Belanja pemerintah menjadi prioritas di tengah proses pemulihan pasar dalam dan luar negeri. Realisasi belanja pemerintah untuk UMKM telah mencapai Rp350 triliun atau 79,1% dari target Rp442,43 triliun,” kata Menteri Teten. 

Ketiga, pondasi kemitraan. Di mana pada 2021 telah dimulai kemitraan dengan 9 BUMN dan sejumlah perusahaan perusahaan swasta (PT Mitra Bumdes Nusantara, Microsave Consulting, Uniqlo, IKEA, Tokopedia, MNC Group, Ina Product, Grab, dan Gojek). 

Keempat, pondasi pendataan, yang disinergikan ke dalam NIB, BPUM, KUR, dan Koperasi. 

Kelima, pondasi reformasi birokrasi melalui penyederhanaan kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM dari sebelumnya enam kedeputian pada 2020 menjadi hanya empat kedeputian pada 2021. Smesco Indonesia diarhkan fokus pada pengembangan UMKM dan koperasi berdaya saing global. 

“Adapun, matinya LPDB fokus pada pengembangan koperasi sektor riil dan pengembangan model bisnis," tutup Teten.

Menkop ungkapkan lima pondasi dalam pemulihan UMKM 2021
Kamis, 30 Desember 2021 21:19
Artikel ditulis oleh
img
Ratih Widihastuti Ayu Hanifah
Reporter
img
Hermansah
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan