sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

MIND ID akuisisi 20% saham Vale Indonesia

Perusahaan induk BUMN pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID), akhirnya mengambil alih divestasi saham Vale Indonesia.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 14 Okt 2019 11:31 WIB
MIND ID akuisisi 20% saham Vale Indonesia

Perusahaan induk BUMN pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID) dan PT Vale Indonesia Tbk. (PTVI) bersama dengan para pemegang sahamnya, Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining (SMM), telah menandatangani Perjanjian Pendahuluan untuk mengambil alih 20% saham divestasi PTVI.

“Partisipasi MIND ID di perusahaan tambang kelas dunia, seperti Vale Indonesia (Brazil) dan Freeport Indonesia (Amerika), merupakan bukti keberhasilan Indonesia dalam menjaga dan menarik investasi perusahaan global ke industri pertambangan nasional,” ujar Group CEO MIND ID Budi G. Sadikin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (14/10).

Budi mengatakan penandatanganan perjanjian ini adalah langkah awal dimulainya kerja sama strategis jangka panjang antara MIND ID dan PTVI. Perjanjian Pendahuluan ini selanjutnya akan diikuti beberapa perjanjian definitif utama.

Budi juga menjelaskan divestasi 20% saham PTVI merupakan kewajiban dari amandemen Kontrak Karya (KK) di tahun 2014 antara PTVI dan pemerintah yang harus dilaksanakan lima tahun setelah amandemen tersebut.

"KK PTVI akan berakhir di akhir 2025 dan dapat diubah atau diperpanjang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sesuai peraturan perundang-undangan," kata dia.

Pemegang saham PTVI saat ini antara lain VCL sebesar 58,73%, SMM sebesar 20,09% dan publik sebesar 20,49%.

Untuk diketahui, pemerintah telah menunjuk PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), sebagai Holding Industri Pertambangan yang saat ini telah memiliki identitas baru sebagai MIND ID, untuk mengambil saham divestasi PTVI.

Langkah ini sesuai dengan mandat MIND ID untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan mendorong hilirisasi industri pertambangan nasional.

Sponsored

Melalui kepemilikan 20% saham di PT Vale Indonesia Tbk. dan 65% saham di PT Aneka Tambang Tbk., MIND ID memiliki akses terhadap salah satu cadangan dan sumber daya nikel terbesar dan terbaik dunia.

Ke depannya, kata Budi, akses ini secara strategis akan mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir berbasis nikel di Indonesia, baik hilirisasi industri nikel menjadi stainless steel, maupun hilirisasi industri nikel menjadi baterai kendaraan listrik.

"Akses ini juga akan mempercepat program hilirisasi industri nikel domestik yang akan menghasilkan produk hilir dengan nilai ekonomis hingga 4-5 kali lipat lebih tinggi dari produk hulu," ujar dia. 

Pengendali utama

Dalam kesempatan terpisah, Head of Research and Investment Infovesta Saran Mandiri Wawan Hendrayana mengatakan walaupun divestasi dilakukan, Vale masih akan tetap menjadi pengendali utama.

"Bagi Vale, sepanjang ini menguntungkan, dia akan lepas-lepas saja," kata Wawan.

Sementara itu, bagi Inalum maupun holding BUMN, divestasi ini akan memiliki eksposur lebih besar ke nikel. Wawan memperkirakan, dengan kepemilikan 20% saham di Vale, pemerintah akan meminta Vale untuk membangun smelter nikel di Indonesia.

"Urgensinya kalau pemerintah punya share di situ, pemerintah punya kebutuhan emiten ini punya smelter agar Indonesia punya nilai lebih," tutur Wawan.

Wawan juga menilai, di tengah menurunnya harga komoditas di pasar global, komoditas nikel masih tetap akan menguntungkan hingga tahun depan bagi emiten pengolah nikel seperti Vale.

"Minimal secara pemasukan, bagi perusahaan penghasil nikel itu sangat positif ke depannya. Karena nikel kan digadang-gadang bisa untuk mobil listrik juga, kita sudah keluar peraturannya," kata Wawan.

Dengan divestasi 20% saham ini, harga saham Inalum bergerak menguat ke level Rp3.880 per saham, naik 1,31% dari harga pembukaan sebesar Rp3.830 per saham.