close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Hary Tanoesoedibjo. Facebook Hary Tanoesoedibjo.
icon caption
Hary Tanoesoedibjo. Facebook Hary Tanoesoedibjo.
Bisnis
Selasa, 03 Agustus 2021 10:26

Media Nusantara Citra cetak laba bersih Rp1,26 triliun semester I-2021

Laba bersih ini naik 26% secara tahunan, dari Rp1 triliun di semester I-2020.
swipe

PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) membukukan peningkatan laba bersih 26% secara tahunan atau year-on-year sebesar Rp1,26 triliun di semester I-2021. Laba bersih ini naik dari Rp1 triliun di semester I-2020. 

Untuk kuartal II-2021, perseroan membukukan kenaikan laba bersih 25% secara YoY sebesar Rp843,2 miliar, dibandingkan Rp674,9 miliar di tahun sebelumnya. 

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, kinerja luar biasa MNCN di kuartal ini membuat pihaknya berada di jalur yang tepat untuk melampaui ekspektasi setahun penuh dan arus kas pihaknya yang kuat, memungkinkan melanjutkan rencana penurunan hutang lebih cepat dari yang dijadwalkan.

"Perseroan berada di jalur yang tepat untuk tahun yang luar biasa dan diversifikasi berkelanjutan dari bisnis digital, perluasan pendirian operasi game, dan kinerja kuat yang berkelanjutan dari TV FTA kami, menggambarkan kemajuan yang telah kami buat untuk memposisikan MNCN agar dapat memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan untuk tahun-tahun mendatang,” kata Hary dalam keterangan resminya, Selasa (3/8).

Tercatat, total pendapatan yang dicapai pada semester I-2021 sebesar Rp4,8 triliun, mengalami peningkatan sebesar 23% secara tahunan, dari Rp3,9 triliun di semester I-2020. Sementara, pendapatan konsolidasi di kuartal II-2021 meningkat 40% menjadi Rp2,7 triliun, dari Rp1,95 triliun secara tahunan.

Perseroan menyebut, pada kuartal II-2021, pendapatan dari iklan mampu menorehkan pertumbuhan sebesar 47% YoY menjadi Rp2,655 triliun, dibandingkan sebelumnya, yaitu sebesar Rp1,8 triliun pada periode yang sama di tahun lalu.

Pendapatan nondigital yang merupakan kontributor utama pendapatan iklan perseroan, mengalami peningkatan signifikan sebesar 31% YoY dari Rp1,59 triliun di kuartal II-2020 menjadi Rp2 triliun di kuartal II-2021. 

Sebagai informasi, total pendapatan yang diperoleh RCTI pada April 2021 telah mencapai rekor tertinggi dalam sejarah FTA TV di Indonesia, dengan mencapai Rp441 miliar pada bulan tersebut. Selain itu, pertumbuhan pendapatan nondigital yang signifikan berasal dari kinerja berbagai program reguler dan spesial yang baik, serta dimulainya EURO 2020, yang ditayangkan pada kuartal tersebut yang menghasilkan iklan reguler dan iklan nonreguler yang signifikan bagi MNCN. 

Kemudian, pendapatan digital mengalami pertumbuhan sebesar 171% YoY dari Rp209,8 miliar menjadi Rp568,2 miliar pada kuartal II-2021. Hal ini disebabkan kinerja RCTI+ secara berkelanjutan, serta sumber pendapatan digital MNCN lainnya, yaitu monetisasi media sosial di Facebook, YouTube, & TikTok dan portal online milik perseroan, yang terus menunjukkan pencapaian positif di 2021.

Sementara itu, pada semester I-2021, pendapatan iklan mengalami kenaikan sebesar 27% YoY menjadi Rp4,5 triliun dari Rp3,6 triliun pada periode yang sama di tahun lalu. Rinciannya, iklan nondigital mengalami peningkatan sebesar 16% YoY menjadi Rp3,7 triliun dari Rp3,2 triliun pada semester I-2020, dan iklan digital mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 117% menjadi Rp889,2 miliar pada semester I-2021 dari Rp409 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.

Adapun pada semester I-2021, total liabilitas perseroan mengalami penurunan secara signifikan sebesar 18% menjadi Rp3,6 triliun dibandingkan sebelumnya sebesar Rp4,4 triliun pada Desember 2020. Program penurunan hutang pada neraca MNCN akan berlanjut hingga akhir tahun, terutama pada pinjaman sindikasi dalam mata uang dolar yang jatuh tempo pada Agustus 2022.

img
Annisa Saumi
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan