logo alinea.id logo alinea.id

MRT Jakarta dorong pasar ritel di Ibu Kota

Beroperasinya Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta mendorong pasar ritel di Ibu Kota kian bergairah.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 18 Jul 2019 06:15 WIB
MRT Jakarta dorong pasar ritel di Ibu Kota

Beroperasinya Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta mendorong pasar ritel di Ibu Kota kian bergairah.

Perusahaan konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) melihat pasar ritel Jakarta pada kuartal II-2019 masih cukup stabil. Hal tersebut ditunjukkan oleh aktifnya peritel dari sektor fesyen, food and beverages, dengan tingkat hunian stabil di angka 88%. 

Head of Retail JLL Cecilia Santoso mengatakan beroperasinya MRT memberi pendekatan baru akan konsep ritel yang melengkapi kebutuhan pengguna MRT dengan konsep grab and go

"Konsep semacam ini diharapkan berkembang seiring bertambahnya rute baru MRT," kata Cecilia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (17/7).

Sementara Head of Research JLL James Taylor mengatakan berbeda dengan convenience store yang stabil, pengembang pusat perbelanjaan di Jakarta harus mencari alternatif ekspansi setelah dikeluarkannya moratorium oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo pada 2011. 

Dalam moratorium tersebut, pengembang tak diizinkan membuat pusat perbelanjaan dengan luas lebih dari 5.000 meter persegi. 

James menjelaskan, moratorium tersebut bisa berarti terbatasnya pengembangan yang bisa dilakukan oleh pengembang dan terbatasnya ruang ekspansi bagi peritel. 

"Moratorium yang membatasi pengembang untuk berekspansi, memberikan tiga alternatif untuk dapat melakukan ekspansi melalui tiga pilihan," ujar James. 

Sponsored

Pertama pengembangan ke wilayah Bodetabek, seperti AEON Mal yang berada di BSD City, Tangerang, Banten. Kemudian pilihan kedua adalah menjadi bagian dari bussiness development seperti yang terdapat di menara Jakarta. 

Pilihan terakhir adalah supporting retail di bangunan perkantoran, seperti yang terdapat di Indonesia 1, UOB Thamrin, dan World Capital Tower. 

James memperkirakan tingkat okupansi di pusat-pusat perbelanjaan Jakarta akan turun sedikit pada 2021 karena adanya pusat perbelanjaan baru yang akan selesai dibangun pada 2020 dengan perkiraan luas 329.000 meter persegi. Namun, setelah itu tingkat okupansi akan terus meningkat yang diiringi pula dengan harga sewa.