sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pakpak Bharat kantongi sertifikat varietas nanas lokal

Pangsa pasar ekspor nanas sekitar 41% pada 2019.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Kamis, 06 Agst 2020 21:24 WIB
Pakpak Bharat kantongi sertifikat varietas nanas lokal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Sumut), telah mengantongi sertifikat varietas nanas lokal dengan nama nanas pakpak. Upaya ini untuk menjaga kekayaan genetik dan perlindungan varietas.

Penjabat (Pj) Bupati Pakpak Bharat, Asren Nasution, menerangkan, komoditas tersebut telah lama dikembangkan masyarakat setempat. Lantaran potensi dan nilai ekonomisnya cukup tinggi, maka didaftarkan agar dikenal dan dikembangkan lebih luas di daerah lain.

"Nanas pakpak memiliki ukuran yang besar dibandingkan dengan nanas lain. Juga awet disimpan karena buahnya saat matang masih berwarna hijau," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).

"Melalui sertifikat ini, kita secara legal telah memiliki hak terhadap varietas yang berasal dari tanah kita sendiri," sambung eks Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan itu.

Dirinya melanjutkan, sektor pertanian mampu bertahan di tengah pandemi coronavirus baru (Covid-19) mengingat menyangkut pangan. Karenanya, Pakpak Bharat kini fokus membangun varietas unggul, seperti nanas lokal.

Apalag, sambung Asren, peluang ekspor terbuka lebar. Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Pertanian Kementerian Pertanian (Pusdatin Kementan), pangsa pasar ekspor nanas sekitar 41% pada 2019.

Pada 2018, Indonesia mengekspor nanas ke 76 negara. Tertinggi ke Hong Kong dengan 24%, lalu Korea, Taiwan, China, Jepang, hingga Argentina.

Sementara itu, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumut, Siti Khadijah Lubis, menerangkan, nanas kaya akan vitamin C. Turunan produk buah tropis dan subtropis ini pun tergolong luas, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dibandingkan penjualan komoditas lainnya.

Sponsored

"Penciptaan dan peningkatan produk turunan tersebut harus diawali dengan upaya budi daya yang luas, sehingga menarik investor untuk mendirikan pabrik pengolah makanan," jelasnya. "Nanas pakpak dapat menjadi ikon Pakpak Bharat dengan dukungan dari semua stakeholder pertanian," lanjutnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, mengapresiasi langkah Pemkab Pakpak Bharat. Pangkalnya, bakal berdampak terhadap peningkatan pendapatan petani.

"Dengan mendaftarkan varietas lokal unggulan, suatu daerah mempunyai pengakuan dan menghindari terjadinya sengketa kepemilikan varietas. Kami akan terus mendorong munculnya varietas hortikultura baru, khususnya varietas lokal yang memiliki keunggulan dan diminati masyarakat namun belum didaftar," paparnya.

Direktur Buah dan Florikultura Ditjen Hortikultura, Liferdi Lukman, juga menyampaikan hal serupa. Pun berharap, pendaftaran dan penggunaan varietas lokal menjadi tren. "Sehingga, setiap daerah nantinya memiliki produk unggulan lokal yang akan mampu menjadi pendorong bagi ekspor berkelanjutan," ucapnya.

Ditjen Hortikultura berencana memperluas pengembangan kawasan nanas di Indonesia. Ditargetkan bertambah 20.000 hektare (ha) lagi.

Berita Lainnya