sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah bangun Rusunawa milenial Rp1 jutaan per bulan

Pemerintah segera membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk generasi milenial dengan harga Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan.

Soraya Novika
Soraya Novika Senin, 04 Mar 2019 21:02 WIB
Pemerintah bangun Rusunawa milenial Rp1 jutaan per bulan

Pemerintah segera membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk generasi milenial dengan harga Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan.

Direktur Rumah Susun Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M. Hidayat mengatakan rusunawa nantinya akan disewakan khusus untuk generasi muda.

"Milenial sekarang kebanyakan tinggal di kost-an seharga Rp1 juta-Rp1,5 juta, artinya bila nanti kita adakan rusun sewa itu tadi tentu tidak keberatan kan ya. Kita siapkan rumah sewa yang bagus, terjangkau, ya paling mahal Rp2juta, cukup lah ya, Insya Allah," ujarnya dalam acara acara PUPR 4.0 Expo di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Senin (4/3).

Selain membanderol dengan harga terjangkau, rusunawa tersebut nantinya juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang disesuaikan dengan gaya hidup milenial saat ini seperti pendingin ruangan, akses internet, listrik, dan air.

Adapun, generasi milenial yang dimungkinkan mendapatkan keistimewaan tersebut hanyalah mereka yang berusia antara 20-29 tahun saja.

"Jadi kami membagi tiga grup milenial. Milenial awal itu usianya antara 20-24, milenial berkembang usia 25-29, dan selanjutnya milenial maju usia 30-34. Sesuai dengan kelompok milenial tersebut, milenial awal akan disediakan rusunawa tipe 24. Kemudian, untuk milenial berkembang, tentunya di sini umur 25-29 itu sudah menikah, pengantin baru, mereka bisa menyewa lebih besar yaitu rusunawa tipe 36 atau bahkan bisa memiliki Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami)," tuturnya.

Sedangkan, untuk milenial maju, pemerintah menyediakan rusun dengan tipe yang lebih besar yaitu tipe 45 meter persegi dengan fasilitas smart house dan green building.

"Nah, untuk milenial berusia 31-35 tahun mereka sudah dikategorikan mapan, rumah yang disediakan pun tentunya lebih besar yaitu tipe 45 yang dilengkapi dengan fasilitas ruang-ruang bersama, fasilitas internet lengkap, bahkan kalau memungkinkan rumah tersebut kita fasilitasi dengan fasilitas smart house," ucapnya.

Sponsored

Menurut M. Hidayat, kesamaan dari ketiga tipe rusun yang disediakan tersebut yang utama adalah lokasinya dijamin dekat dengan kawasan perkantoran atau akses transportasi.

"Untuk mempermudah kaum milenial ini, tentu semua rusun akan kita bangun dekat dengan perkantoran maupun akses transportasi," katanya.

Untuk incaran titik-titik lokasi yang menjadi tempat rusun-rusun tersebut dibangun, M. Hidayat enggan merincinya. Namun, dia sedikit membocorkan bahwa rencananya rusun-rusun tersebut akan mulai dibangun pemerintah per 2020 mendatang.

"Lokasi belum tahu ya di mana saja, kami lagi cari tanah-tanah yang bisa dibangun, tapi mungkin tahun depan mulai dibangunnya," ujarnya.

Pembangunan rusun untuk milenial sendiri digadang-gadang sebagai bagian dari Program Satu Juta Rumah Presiden RI Joko Widodo. 

Sebelumnya, pada 2018, Program Satu Juta Rumah ini mampu menyelesaikan hingga 1.132.621 unit yang terdiri dari Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 785.641 unit (69%), dan Rumah non-MBR (komersil) sebanyak 346.980 unit (31%).

Keberhasilan melampaui target tersebut, tatkala mendorong pemerintah menaikkan targetnya, di mana untuk tahun ini saja menjadi Program 1,25 juta rumah atau meningkat sebesar 25% dari target sebelumnya.

Sejauh ini, tepatnya sepanjang awal tahun 2019, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan mencatat sebanyak 77.326 unit rumah telah berhasil terbangun hingga 11 Februari 2019 lalu. 

Berita Lainnya