sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pertumbuhan jumlah uang beredar pada September 2020 melambat

Melambatnya simpanan giro rupiah memengaruhi jumlah uang beredar.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 27 Okt 2020 18:16 WIB
Pertumbuhan jumlah uang beredar pada September 2020 melambat

Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap tinggi pada September 2020. Hal ini didukung oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan, posisi M2 pada September 2020 tercatat Rp6.742,9 triliun atau tumbuh tinggi sebesar 12,3% secara tahunan (year on year/yoy), meskipun melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 13,3% yoy. 

"Perkembangan tersebut disebabkan pertumbuhan M1 sebesar 17,6% yoy, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Agustus 2020 sebesar 19,3% yoy, dipengaruhi melambatnya simpanan giro rupiah," kata Onny dalam keterangan resmi BI, Selasa (27/10).

Selain itu, lanjutnya, pertumbuhan uang kuasi juga melambat dari 11,5% yoy pada bulan sebelumnya menjadi 10,6% yoy pada September 2020. Sementara itu, surat berharga selain saham pada September 2020 tercatat terkontraksi sebesar 13,9% yoy, tidak sedalam kontraksi bulan sebelumnya sebesar 18,7% yoy.

Sponsored

"Berdasarkan faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 pada September 2020 didorong oleh peningkatan ekspansi keuangan pemerintah," ujarnya.

Peningkatan ekspansi keuangan pemerintah tercermin pada pertumbuhan tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang mengalami tren peningkatan, dari 65,1% yoy pada Agustus 2020 menjadi 76,7% yoy pada September 2020.

Aktiva luar negeri bersih juga tumbuh sebesar 16,7% yoy pada September 2020, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Agustus 2020 sebesar 13,8% yoy. Adapun pertumbuhan kredit pada September 2020 tercatat minus 0,4% yoy, berbalik arah dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 0,6% yoy.

Berita Lainnya