sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Perusahaan perhiasan emas tebar uang Rp27,63 miliar

Perusahaan perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) menebar dividen tahun buku 2017 senilai Rp27,63 miliar kepada pemegang saham.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 03 Mei 2018 15:43 WIB
Perusahaan perhiasan emas tebar uang Rp27,63 miliar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Perusahaan perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) menebar dividen tahun buku 2017 senilai Rp27,63 miliar kepada pemegang saham.

Pembagian dividen itu diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (3/5). Dividen yang dibagikan memiliki rasio 24% dari laba bersih perseroan tahun 2017 sebesar Rp112,43 miliar.

Sandra Sunanto, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk. mengatakan, dividen tunai yang akan dibagikan mencapai Rp6 per lembar. Pembagian dividen dilakukan maksimum pada 6 Juni 2018. 

Selain membagikan dividen, pemegang saham juga memutuskan alokasi Rp22,48 miliar dari laba bersih untuk cicilan dana cadangan dan Rp62,31 miliar untuk laba ditahan sebagai modal kerja.

Emiten bersandi saham HRTA tersebut mencatat total pendapatan selama 2017 tumbuh 13% menjadi Rp2,48 triliun. Angka tersebut merupakan hasil dari penjualan kepada pihak wholesaler yang memberikan kontribusi mencapai 91,66% dan dari toko milik sendiri sebesar 8,32%, serta adanya tambahan pendapatan dari imbalan waralaba sebesar 0,01%.

Sandra mengatakan perusahaan telah berhasil mencatatkan laba operasional mencapai Rp191,6 miliar atau meningkat sebesar 7,83% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp177,7 miliar.

"Pada tahun 2017, perseroan sudah mampu menangkap peluang pasar dengan baik", ujarnya dalam paparan publik di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (3/5).
 
Sebelum pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO), perseroan hanya memiliki outlet di outlet di pulau Jawa. Namun, setelah IPO, perseroan mulai berekspansi ke sejumlah kota di Indonesia, seperti Medan, Batam, Palembang, Pontianak, Jakarta, Semarang, Solo, Bali, Surabaya, dan Makassar.

Sepanjang 2017, produsen dan penyedia perhiasan emas tersebut telah membuka 11 toko perhiasan emas baru. Sebelas toko tersebut terdiri dari 2 toko ACC milik sendiri dan 4 toko ACC dengan sistem waralaba di Bandung, Jakarta dan Batam.

Sponsored

"Saat ini 5 toko ACC bekerja sama dengan Matahari Departement Store yang bertujuan membuka saluran distribusi yang mudah diakses serta meningkatkan daya saing dalam memasuki pasar-pasar baru di seluruh kota-kota di Indonesia," ungkap Sandra.

Sebagai informasi, saat ini perusahaan memiliki 4 pabrik yang berlokasi di Jawa Barat untuk memproduksi perhiasan emas yang akan didistribusikan ke seluruh lndonesia. Pabrik ini memiliki total kapasitas produksi setiap bulan sebanyak 2.500 kg. Sampai saat ini, produksi yang dilakukan setiap bulan mencapai 747 kg, meningkat dibanding tahun 2016 yaitu sebesar 665 kg. 

Selain itu, sebagai bentuk realisasi dalam mempercepat dan mempermudah saluran distribusi produk kepada pihak wholesaler maupun retailer, Hartadinata juga membuat platform digital e-commerce dengan alamat website www.hrta.store. 

"Hal ini mamberikan kemudahan dalam melakukan pemesanan serta mendapatkan informasi mengenai desain produk terbaru secara real-time," tambahnya.

Dana yang didapatkan dari IPO sebesar Rp314,7 miliar sudah terealisasi sepenuhnya untuk modal kerja sebesar Rp130,6 miliar, belanja modal sebesar Rp18,7 miliar, dan pembayaran pinjaman kredit modal kerja sebesar Rp159,3 miliar. Sementara itu, penggunaan dana IPO untuk pengembangan e-commerce sebesar Rp6,2 miliar baru terealisasi sebesar Rp4,9 miliar. 

Berita Lainnya
×
img