sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Produsen Anker Bir setor dividen Rp100 miliar ke DKI Jakarta

PT Delta Djakarta Tbk. (DLTA) membagikan dividen sebesar Rp382,71 miliar dari laba bersih 2018.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 19 Jun 2019 16:46 WIB
Produsen Anker Bir setor dividen Rp100 miliar ke DKI Jakarta

PT Delta Djakarta Tbk. (DLTA) membagikan dividen sebesar Rp382,71 miliar dengan payout ratio 110,1%. Dengan kata lain, jumlah dividen itu lebih besar daripada perolehan laba bersih perseroan tahun 2018 sebesar Rp338,07 miliar.

Dengan pembagian dividen tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memperoleh dividen Rp100,47 miliar. Pemprov memiliki 26,25% saham atau setara Rp1,2 triliun di emiten produsen Anker Bir tersebut.

Direktur DLTA Alan DV Fernandez mengatakan, jumlah dividen tahun ini lebih tinggi dari 2017 senilai Rp208,17 miliar atau naik 88,3%. Dividen tunai yang dibagikan itu bernilai Rp478 per lembar saham. Dividen tersebut terdiri atas dividen tunai reguler sebesar Rp30 per lembar saham dan dividen tunai khusus sebesar Rp448 per lembar saham.

"Dividen ini akan dibagikan kepada pemegang saham pada 19 Juli 2019," ujar Alan di Jakarta, Rabu (19/6).

Sementara itu, Direktur Independen DLTA Ronny Titiheruw menjelaskan dividen yang dibagikan tersebut ditambahkan dari saldo laba ditahan dari tahun sebelumnya. 

DLTA, lanjut Ronny, beberapa tahun sebelumnya memang rajin menambah saldo laba ditahan untuk mengantisipasi gejolak bisnis perusahaan akibat dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan 6/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Aturan ini melarang minimarket dan toko ritel untuk menjual minuman beralkohol (minol) golongan A atau berkadar alkohol 5%. "Dampaknya cukup berat, jadi dicadangkan jika situasi jadi lebih jelek," ujar Ronny.

Untungnya, lanjut Ronny, setelah 2015 pasar bir kembali membaik. Karena situasi sudah mulai membaik, DLTA pun memutuskan menaikkan pembagian dividen mereka.

Sponsored

Untuk tahun ini, DLTA menargetkan pertumbuhan penjualan maupun pendapatan perusahaan (revenue) di angka high single digit sebesar 8%-10%. Ronny mengatakan target tersebut mempertimbangkan industri bir yang mempunyai tantangan cukup banyak tahun ini.

"Kenaikan cukai yang terjadi tahun ini, ini mempengaruhi harga jual. Kemudian dari segi regulasi, kita masih merasakan imbas larangan penjualan bir di minimarket," kata Ronny.

Berita Lainnya