sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Proyek tertunda akibat Covid-19, PTBA akui sulit serap belanja modal

Realisasi belanja modal hingga akhir tahun diprediksi hanya akan berada di kisaran Rp2,7 triliun hingga Rp3 triliun.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 30 Sep 2020 13:20 WIB
Proyek tertunda akibat Covid-19, PTBA akui sulit serap belanja modal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) mencatatkan realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sepanjang semester I-2020 sebesar Rp1 triliun. Angka itu masih minim dibandingkan dengan target tahun ini yang mencapai Rp4 triliun.

Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin mengatakan, rendahnya serapan belanja modal pada semester I-2020 ini disebabkan oleh mundurnya sejumlah proyek akibat pandemi Covid-19.

"Capex ini memang terkait dengan proyek yang mundur. Target Rp4 triliun dan selama semester I-2020 ini sudah terealisir Rp1 triliun," katanya dalam paparan kinerja semester I-2020 PTBA, Rabu (30/9).

Untuk itu, lanjutnya, dia memastikan target belanja modal yang sebesar Rp4 triliun tidak akan tercapai di tahun ini. Diperkirakan, realisasi belanja modal hingga akhir tahun hanya akan berada di kisaran Rp2,7 triliun hingga Rp3 triliun.

"Terkait capex ini mungkin kita tidak bisa capai target Rp4 triliun. Dengan melihat perkembangan Covid-19, realisasinya antara Rp2,7 triliun hingga Rp3 triliun. Karena ada kemunduran dari proyek yang kami kerjakan," ucapnya.

Arviyan menjelaskan, salah satu dari proyek yang mundur pengerjaannya di tahun ini adalah untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Mulut Tambang Sumsel 8. 

"Ada penundaan proyek baik angkutan maupun PLTU Sumsel 8 dan gasifikasi. Kami perkirakan semester II-2020 capex bisa direalisasikan sesuai rencana," ujarnya.

PLTU Sumsel-8 sendiri ditargetkan akan menghasilkan listrik berkapasitas 2x620 MW dengan nilai investasi mencapai US$1,68 miliar. PLTU ini merupakan bagian dari proyek 35.000 MW dan dibangun oleh PTBA melalui PT Huadian Bukit Asam Power (PT HBAP) sebagai Independent Power Producer (IPP). 

Sponsored

Pembangunan proyek PLTU yang nantinya membutuhkan 5,4 juta ton batu bara dalam setahun ini telah mencapai pembangunan sebesar 50%. Pembangkit listrik ini diramal bisa beroperasi penuh secara komersial pada kuartal I-2022. 

Adapun, sepanjang semester I-2020 PTBA telah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun. Sedangkan dari sisi pendapatan, PTBA membukukan sebesar Rp 9 triliun hingga pertengahan tahun ini.

Dari sisi produksi, PTBA mampu menghasilkan 12 juta ton hingga Juni 2020 diiringi dengan kinerja angkutan batu bara yang juga menunjukkan performa positif. Selama semester I tahun ini, kapasitas angkutan batu bara tercatat mencapai 11,7 juta ton.

Berita Lainnya