logo alinea.id logo alinea.id

Rini intruksikan BUMN batasi pembelian dollar

Menteri Rini juga meminta Direktur Utama BUMN untuk lebih gencar melakukan ekspor

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 13 Sep 2018 09:58 WIB
Rini intruksikan BUMN batasi pembelian dollar

Nilai tukar rupiah yang kian melemah di hadapan dollar AS, membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno gregetan. Hal ini membuatnya mencari cara mengantisipasi tren pelemahan nilai tukar. Namun tetap bisa meningkatkan kinerja BUMN yang operasionalnya bergantung pada dollar AS tersebut.

Salah satu cara Menteri Rini untuk mengantisipasi yaitu, dengan mengatur bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak terlalu banyak mengambil dollar AS di pasar valas dalam negeri.

"Saya sudah menekankan BUMN tidak terlalu banyak mengambil dollar AS di bank Himbara. Sehingga bisa menyediakan dollar AS ke pasar," kata Rini saat ditemui di The Energy Building, SCBD, Rabu (12/9).

Dari kondisi terkini ada banyak nasabah sekaligus eksportir yang melepas dollar AS ke bank BUMN. Sehingga, bank BUMN bisa memiliki cadangan dollar AS yang cukup untuk dijual ke pasar.

Sementara dalam hal investasi memenuhi kebutuhan barang modal, BUMN diarahkan mengatur kembali pinjaman mereka. Jika sebelumnya banyak pinjaman dalam jangka pendek, diubah menjadi pinjaman jangka panjang dan krediturnya berasal dari bank luar negeri.

"Fasilitas pinjaman dengan waktu tiga sampai lima tahun akan kami manfaatkan, sehingga penggunaan dollar AS menjadi sedikit. Contohnya, Pertamina dengan memenangkan (Blok) Rokan, harus membayar signature bonus kira-kira US$ 700 juta, kami akan menarik pinjaman jangka menengah dari bank offshore, tentunya dengan basis dollar AS," ujar Rini.

Kendati kebutuhan BUMN dapat dipenuhi dengan pinjaman jangka pendek, namun tetap diupayakan agar rentang waktunya tetap diperpanjang. Misalnya, dari yang sebelumnya tiga bulan diperpanjang menjadi delapan hingga 12 bulan.

Selain itu, Menteri Rini juga meminta Direktur Utama BUMN untuk lebih gencar melakukan ekspor. Khususnya terhadap sejumlah BUMN yang sudah melakukan ekspor seperti, semen, pupuk, obat, vaksin.

Sponsored

"Banyak yang melakukan ekspor besar seperti pindad. Senjata atau mobil tank yang tahun ini bisa capai US$ 700- 800 juta. Ini yang mau kami tekankan. sekarang BUMN bukan hanya meningkatkan pasar domestik tapi juga pasar internasional," pungkasnya.