sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Saham perdana Mega Perintis dikisaran Rp250-300

PT Mega Perintis berencana melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas 230 juta saham

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 19 Nov 2018 14:09 WIB
Saham perdana Mega Perintis dikisaran Rp250-300

PT Mega Perintis berencana melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas 230 juta saham atau setara dengan 27,71% ke publik dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum perdana saham.

Perusahaan ritel fesyen dan aksesoris khusus pria tersebut menawarkan harga di kisaran Rp250-300 per saham. Dengan demikian, potensi dana yang diperoleh perseroan daro IPO ini adalah Rp57,5 miliar hingga Rp69 miliar.

“Langkah perusahaan masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO adalah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola untuk lebih baik lagi,” ujar Direktur Utama PT Mega Perintis Afat Adinata Nursalim dalam konferensi pers Due Diligence Meeting dab Public Expose di Ballroom Thamrin Nine, Jakarta, Senin (19/11).

Afat optimistis dengan prospek bisnis yang dijalankan perseroan saat ini. Apalagi ada indikasi optimisme dari konsumen hingga kini terus meningkat atau terus menunjukkan tren menguat yang tercermin pada indeks keyakinan konsumen di level optimistis. 

“Meningkatnya keyakinan konsumen ini juga didorong oleh membaiknya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan,” katanya.

Adapun dana IPO yang diperoleh akan digunakan untuk penambahan modal kerja sekitar 43%, kemudian sekitar 31% untuk pengembangan usaha melalui penambahan junlah outlet atau gerai baru, dan sisanya sekitar 26% untuk pengembangan fasilitas Short Term Loan (STL) seasonal dari salah satu perbankan.

Perseroan menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas sebagai penjamin pelaksana efek (underwriter) dalam aksi ini. Masa penawaran awal (bookbuilding) dijadwalkan pada 19 hingga 22 November  2018.

Sedangkan masa penawaran umum dilakukan pada 4-6 Desember 2018 dengan perkiraan tanggal pencatatan perdana saham (listing) di bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Desember 2018. 

Sponsored

Perseroan mengawali bisnis pada tahun 1999 di bidang garmen. Fokus bisnis Perseroan saat ini terbagi dalam tiga lini yakni perdagangan ritel melalui PT Mega Perintis Tbk dan PT Mitrelindo Global,  garmen melalui PT Mega Putra Garment, dan perdagangan/trading melalui PT Mitra Perintis Merdeka. 

Sekadar informasi, merek-merek perseroan antara lain Manzone, MOC, Men’s Top serta distributor Nike Indonesia. Saat ini terdapat 573 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Perseroan memiliki konsep untuk toko Manzone sebagai one stop shopping for men, dimana perseroan menyediakan pakaian dan aksesoris pria untuk kebutuhan dasar sampai dengan fesyen mulai dari remaja sampai dengan dewasa. 

“Perseroan terus berekspansi dengan beberapa strategi diantaranya melakukan pemasaran yang tepat guna, pengembangan jaringan dan peningkatan kualitas outlet, serta mengembangkan platform e-commerce,” pungkas Afat.
  

Berita Lainnya