logo alinea.id logo alinea.id

Sebagian besar masyarakat belum mempersiapkan dana pensiun

Hanya 30% yang telah sadar dan tergerak untuk mempersiapkan dana dan menikmati masa pensiun.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 12 Feb 2019 14:53 WIB
Sebagian besar masyarakat belum mempersiapkan dana pensiun

Masa pensiun sejatinya menjadi masa untuk menikmati istirahat bersama keluarga setelah bekerja selama usia produktif. Namun, belum semua orang Indonesia siap dengan dana pensiun.

Survei HSBC Future of Retirement Bridging The Gap menyebutkan, dari 1.050 orang Indonesia, ternyata 68% diantaranya menginginkan masa tua yang nyaman. Tetapi ternyata hanya 30% yang telah sadar dan tergerak untuk mempersiapkan dana dan menikmati masa pensiun.

Padahal mayoritas responden survei mengkhawatirkan apakah akan mandiri secara finansial saat pensiun. Perinciannya, 86% responden mengkhawatirkan apakah akan hidup dengan nyaman. 83% khawatir meningkatnya kebutuhan biaya kesehatan, dan 77% mengkhawatirkan kehabisan dana pensiun. 

“Kenyataannya memang tidak seindah ekspektasi. Itulah sebabnya dana pensiun harus mulai dipersiapkan sejak dini dengan baik. Sayangnya kesadaran ini biasanya timbul saat sudah mendekati masa pensiun” kata Head of Wealth Management PT Bank HSBC Indonesia Steven Suryana di Senopati Suites, Jakarta, Selasa (12/2). 

Survei dilakukan kurang lebih enam bulan kepada usia pekerja dan pensiun (21 tahun-55 tahun), menunjukkan, 2/3 responden usia kerja menyatakan akan Ianjut bekerja setalah pensiun.

"Seperti memulai berwirausaha (54%), sedangkan sisanya memilih mengandalkan kebutuhan sehari-hari dari hasil tabungan (29%), kembali mencari pekerjaan (25%), serta membangun kos-kosan atau menyewakan rumah (19%. Jadi satu orang bisa memiliki lebih dari satu rencana," kata Steven.

Solusi finansial pada masa pensiun sebenarnya dapat disiapkan melalui berbagai instrumen investasi seperti reksa dana, properti, saham, emas, dan asuransi. “Reksa dana saham misalnya, bisa menghasilkan return besar,” kata Steven.

Oleh karena itu, ada baiknya mempersiapkan dana pensiun sesuai dengan kebutuhan serta memahami profil risiko setiap instrumen investasi. 

Sponsored

Dalam kesempatan yang sama, Head of Sales and Distribution PT Ashmore Asset Management Indonesia Steven Satya Yudha mengatakan, keasadaran investasi di Indonesia masih sangat rendah. Padahal, investasi itu lebih baik disisihkan terlebih dahulu dari income, dan bukan disisakan.

"Pola kehidupan financial masyarakat, 70% konsumsi baru investasi. Itu keliru," jelasnya.

Jika menginginkan return yang tinggi tentunya harus menanggung risiko yang tinggi juga. 

 

Hellboy: Film superhero dengan banyak lubang

Hellboy: Film superhero dengan banyak lubang

Sabtu, 20 Apr 2019 19:01 WIB
 Prabowo dan halusinasi kuasa

Prabowo dan halusinasi kuasa

Kamis, 18 Apr 2019 20:53 WIB