sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Urban Jakarta Propertindo private placement Rp650 miliar

Emiten properti PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. (URBN) menggelar aksi private placement dengan target dana Rp650 miliar.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Jumat, 05 Apr 2019 20:10 WIB
Urban Jakarta Propertindo private placement Rp650 miliar

Emiten properti PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. (URBN) menggelar aksi private placement dengan target dana Rp650 miliar.

Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) tersebut telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Saat bersamaan, perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Jumat (5/4).

Direktur Independen URBN Tri Rachman Batara mengatakan, jumlah private placement tersebut setara 10% dari modal disetor. Private placement ini juga ditujukan untuk melakukan konversi utang kepada pemegang sahamnya saat ini, Ibukota Development Ltd. (IDL) senilai Rp66,03 miliar. 

"Dengan demikian, kepemilikan IDL di saham URBN akan meningkat 10,02% menjadi 8,93% dari posisi saat ini di 8,81%," kata Batara di Jakarta, Jumat (5/4).

Jumlah saham yang akan dikonversikan sebanyak 32,52 juta saham baru. Pinjaman ini diasumsikan akan direalisasikan menggunakan harga saham Rp 2.030 per saham (harga penutupan 31 Desember 2018).

Dari penerbitan saham baru nanti, dikurangi jumlah saham untuk konversi utang, maka perseroan akan memperoleh dana senilai Rp584,3 miliar dari investor baru. 

Rencananya, dana hasil sisa private placement itu akan digunakan sebagai modal kerja. Batara menyebut, perseroan akan meluncurkan tiga proyek transit oriented development (TOD) baru. 

Saat ini perseroan memiliki empat proyek TOD, dua dengan kepemilikan langsung, dua lainnya merupakan kerja sama operasional (KSO) dengan PT Adhi Commuter Properti (ACP).

Sponsored

Rencananya, pengembangan proyek baru tersebut akan bekerja sama dengan calon investor baru. Pemodal baru tersebut adalah perusahaan yang akan menyerap saham baru yang diterbitkan perusahaan dengan private placement tersebut.

Batara mengatakan di tahun ini akan ada dua hingga tiga proyek, perusahaan bakal melakukan akuisisi lahan dalam waktu dekat yang dananya berasal dari hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

"Kita sedang didekati calon investor dari kawasan Asia dan Eropa yang sudah biasa bangun TOD dan mereka lihat Indonesia saat ini sedang arah ke sana," kata Batara.

Menurut dia, nanti ada potensi pengembangan tiga proyek ini akan dilakukan dengan skema membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV). Jika direalisasikan nanti perusahaan menargetkan untuk bisa memperoleh kepemilikan mayoritas dalam perusahaan tersebut.

Pada perdagangan saham Jumat (5/4), saham URBN ditutup stagnan Rp2.320 per lembar. Kapitalisasi pasar saham URBN mencapai Rp7,43 triliun.

Capex Rp800 miliar

Sementara itu, manajemen Urban Jakarta Propertindo menyiapkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) Rp800 miliar pada tahun ini.

Tri Rachman mengatakan, dana tersebut mayoritas akan digunakan untuk pembangunan empat proyek transit oriented development (TOD).

Adapun keempat proyek tersebut berlokasi di Cikunir, Jati Cempaka, dan Ciracas yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Rencananya, proyek ini akan rampung secara bertahap hingga 2021.

Selain penyelesaian empat proyek TOD, capex juga akan digunakan untuk biaya pembelian lahan untuk area komersial seluas 36.000 meter persegi yang nilainya mencapai Rp600 miliar.

"Area komersial tersebut akan menjadi proyek tahun jamak dan menjadi potensi recurring income (pendapatan berulang) setelah selesai dibangun pada 2022-2023," ujar Batara.

Dana capex akan berasal dari kas internal perusahaan termasuk hasil dana penawaran umum (initial public offering/IPO), ditambah dengan pinjaman bank dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) senilai Rp94 miliar.

Perseroan menargetkan pendapatan perusahaan dari marketing sales atau pra penjualan empat proyek diperkirakan menembus Rp900 miliar.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, sepanjang 2018 pendapatan URBN meroket 809% menjadi Rp332,65 miliar dari tahun sebelumnya senilai Rp36,60 miliar.

Selain menargetkan pertumbuhan pendapatan, perseroan juga menargetkan laba bersih bisa tumbuh menjadi Rp183 miliar. Dengan demikian, perseroan membidik pertumbuhan bottom line perusahaan bisa meroket 296% dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun lalu sebesar Rp46,22 miliar.