sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Afrika Selatan memasuki gelombang kelima Covid-19

Peningkatan kasus baru didominasi oleh garis keturunan BA.4 dan BA.5 dari varian Omicron yang mendominasi gelombang sebelumnya di negara itu

Hermansah
Hermansah Jumat, 29 Apr 2022 22:37 WIB
Afrika Selatan memasuki gelombang kelima Covid-19

Afrika Selatan kemungkinan telah memasuki gelombang baru Covid-19. Ini berarti lebih awal dari yang diperkirakan karena banyaknya infeksi baru dan rawat inap telah meningkat pesat selama dua minggu terakhir, demikian kata Menteri Kesehatan negara itu pada Jumat (29/4).

Peningkatan kasus baru didominasi oleh garis keturunan BA.4 dan BA.5 dari varian Omicron yang mendominasi gelombang sebelumnya di negara itu.

“Apapun cara Anda melihatnya, itu menunjukkan bahwa kita sebenarnya memasuki gelombang kelima jauh lebih awal,” kata Menteri Kesehatan Joe Phaahla pada Jumat dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

Dia mengatakan, para pejabat akan mengawasi dengan hati-hati selama beberapa hari ke depan untuk menentukan apakah kenaikan itu berkelanjutan, sekaligus akan mengonfirmasi adanya gelombang baru.

Jumlah infeksi baru di negara itu sekarang sudah mencapai beberapa ribu per hari, naik dari beberapa ratus pada beberapa minggu yang lalu.

Menurut Phaahla, para ilmuwan memperkirakan gelombang kelima di negara itu terjadi pada musim dingin mendatang di negara itu dari Mei hingga Juni.

“Kami selalu diberitahu bahwa jika gelombang baru datang, itu akan didorong oleh varian baru, tetapi pada tahap ini kami belum diberitahu untuk varian baru yang pasti kecuali perubahan varian Omicron,” kata Phaahla.

Tiga provinsi Afrika Selatan-Gauteng, KwaZulu-Natal dan Western Cape-saat ini menyumbang 85% dari infeksi baru, dengan tingkat positif di Gauteng dan KwaZulu-Natal di atas 20%.

Sponsored

Rawat inap dari kasus baru meningkat tetapi masih relatif rendah, kata Waasila Jassat dari National Institute for Communicable Diseases.

“Sejak sekitar 17 April, kami melihat peningkatan tajam dalam perawatan rumah sakit,” kata Jassat.

Afrika Selatan telah mengalami infeksi tertinggi di Afrika sejak awal pandemi pada 2020, terhitung lebih dari seperempat dari 11,4 juta kasus Covid-19 di benua itu.

Lebih dari 252.000 orang di Afrika Selatan telah meninggal karena virus, tetapi jumlahnya dianggap jauh lebih tinggi ketika mempertimbangkan jumlah kematian berlebih yang tercatat sejak pandemi dibandingkan dengan periode yang sama sebelum pandemi.

Sementara, lebih dari 44% populasi orang dewasa Afrika Selatan telah divaksinasi.

Sumber : Associated Press

Berita Lainnya