sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Covid-19: Arab Saudi berlakukan jam malam

Pada Minggu (22/3), Arab Saudi mencatat 119 kasus baru menjadikan total kasus positif Covid-19 di negara itu 511.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 23 Mar 2020 10:03 WIB
Covid-19: Arab Saudi berlakukan jam malam
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Arab Saudi akan memberlakukan jam malam skala nasional mulai Senin (23/3) setelah melaporkan lonjakan hampir seperempat kasus Covid-19.

Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa Raja Salman memerintahkan jam malam, yang berlangsung dari pukul 19.00-06.00 selama 21 hari, untuk memperlambat penyebaran coronavirus jenis baru. Jam malam akan berlaku pada Senin malam.

Pada Minggu (22/3), Arab Saudi mencatat 119 kasus baru menjadikan total kasus positif Covid-19 di negara itu 511, tertinggi di kawasan Teluk.

Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) akan menangguhkan seluruh penerbangan dan transit ke dan dari wilayahnya.

Kantor berita WAM pada Senin mengabarkan, UEA akan menangguhkan seluruh penerbangan komersial dan transit ke dan dari wilayahnya selama dua pekan menyusul kekhawatiran akan coronavirus jenis baru. Ada pun operasional kargo akan berlanjut.

Kementerian Kesehatan UEA telah memutuskan untuk menutup pusat perbelanjaan dan komersial, mengecualikan apotek, supermarket, pasar ikan, sayur, dan daging. Restoran juga dibatasi, dengan hanya menjalankan layanan delivery.

WAM menyebutkan bahwa penutupan akan efektif dalam waktu 48 jam dan akan berlangsung selama dua pekan, tergantung pada evaluasi.

"UEA mendesak masyarakat tetap di rumah kecuali dalam kasus-kasus darurat, seperti mendapat pasokan makanan dan obat-obatan atau melakukan pekerjaan penting," tulis WAM.

Sponsored

Jumlah kasus positif Covid-19 di Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang terdiri atas enam negara kini lebih dari 1.700. Bahrain melaporkan kematian kedua pada Minggu, yaitu seseorang warganya yang dievakuasi dari Iran.

Wilayah yang mencakup GCC itu telah memperluas langkah-langkah untuk memerangi penyebaran penyakit. Kuwait dan Arab Saudi telah mengambil sejumlah tindakan drastis termasuk menghentikan penerbangan internasional, menangguhkan pekerjaan di sebagian besar institusi dan menutup ruang-ruang publik.

Negara-negara Teluk juga telah mengumumkan paket stimulus untuk melindungi ekonomi mereka, yang terpukul oleh jatuhnya harga minyak.

Penguasa Dubai Syekh Mohammed bin Rashid al-Maktoum menuturkan bahwa UEA, pusat pariwisata dan bisnis di kawasan itu, menyetujui tambahan US$16 miliar dirham pada Minggu untuk paket stimulus total 126 miliar dirham.

Emirates, yang berbasis di Dubai dan merupakan salah satu maskapai penerbangan terbesar di dunia, mengatakan pada Minggu bahwa mereka akan menangguhkan operasi penerbangan komersial. Namun, kebijakan itu mengecualikan penerbangan repatriasi ke 13 negara.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya