sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Guatemala hancurkan tanaman koka senilai Rp11 triliun

Pemerintahan Morales tengah menargetkan kejahatan terorganisir dan industri kokaina.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 01 Okt 2019 12:04 WIB
Guatemala hancurkan tanaman koka senilai Rp11 triliun

Pemerintah Guatemala menghancurkan sekitar 1,5 juta tanaman koka yang diperkirakan bernilai sekitar US$800 juta atau Rp11,3 triliun. Demikian disampaikan Presiden Jimmy Morales pada Senin (30/9).

Pemerintahan Morales tengah menargetkan kejahatan terorganisir dan industri kokaina.

Berbicara dalam sebuah konferensi pers, Morales menuturkan bahwa pihak berwenang telah membongkar empat laboratorium pemrosesan koka, salah satunya memiliki kapasitas untuk memproduksi antara 300 dan 500 kilogram kokaina per hari.

Perkebunan dan laboratorium besar koka ini ditemukan pada awal bulan ini setelah pemerintahan Morales dan Kongres memberikan kewenangan darurat sementara kepada militer sebagai respons pembunuhan tentara.

Pemerintah mengatakan bahwa ketiga tentara itu disergap oleh penyelundup obat terlarang.

Guatemala, seperti negara-negara Amerika Tengah lainnya, telah bertahun-tahun menjadi negara transit utama kokaina yang diproduksi di Amerika Selatan.

Tetapi penemuan perkebunan dan laboratorium koka mendorong menteri dalam negeri Guatemala untuk mengakui bahwa negara itu sekarang juga adalah penghasil, bukan sekadar tempat transit penyelundupan narkoba.

Fakta ini menyoroti kekhawatiran bahwa produksi kokaina bergerak ke luar negara-negara Andes, Argentina, Bolivia, Chile, Kolombia, Ekuador, Peru dan Venezuela serta lebih dekat ke sumber permintaan terbesarnya di Amerika Serikat.

Sponsored


Sumber : Reuters

Berita Lainnya