close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Konferensi pers kedatangan rombongan Menko PMK dan penyerahan logistik ke pemerintah Turki. Dokumentasi Kemenko PMK.
icon caption
Konferensi pers kedatangan rombongan Menko PMK dan penyerahan logistik ke pemerintah Turki. Dokumentasi Kemenko PMK.
Dunia
Rabu, 22 Februari 2023 18:56

Indonesia bakal tetap bantu Turki setelah masa darurat bencana berakhir

Rombongan Indonesia yang dipimpin Menko PMK Muhadjir Effendy untuk menyerahkan bantuan logistik, tiba di Turki.
swipe

Indonesia direncanakan bakal turut membantu Turki selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa bumi yang mengguncang 6 Februari 2023. Ini merupakan langkah lanjutan yang ditawarkan pemerintah Indonesia dalam rangka bantuan kemanusiaan pascabencana.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Bandara Adana Sakirpasa, Turki. Diketahui, rombongan Indonesia yang dipimpin Muhadjir untuk menyerahkan bantuan logistik tiba di Turki pada Rabu (22/2) dini hari waktu setempat.

"Sebagaimana kita sudah biasa menangani di Indonesia, itu setelah tahap darurat bencana nanti ada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, dan ada kemungkinan kita juga akan tetap terlibat," kata Muhadjir dalam keterangan resmi.

Disampaikan Muhadjir, pemerintah Indonesia akan membantu pemerintah Turki pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi sebagaimana pengalaman penanganan bencana di dalam negeri. Kendati demikian, langkah-langkah bantuan selanjutnya usai masa darurat bencana berakhir masih dalam tahap diskusi antara kedua negara.

"Akan kita tularkan pengalaman kita menangani tahap-tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Muhadjir atas nama pemerintah Indonesia menyampaikan duka mendalam bagi pemerintah dan rakyat Turki, khususnya yang menjadi korban gempa. Muhadjir menyatakan Indonesia akan terus memberikan dukungan dalam berbagai bentuk, baik personel maupun logistik.

“Kita juga terus memberikan dukungan, memberikan bantuan, baik yang berupa personel yang sudah kerja di sini, baik itu tim untuk pencari dan untuk menemukan korban, juga tim tenaga medis yang menangani kedaruratan. Juga akan kita kirim berbagai macam bantuan, baik itu bantuan yang berupa logistik maupun peralatan-peralatan yang dibutuhkan oleh para korban,” ucap Muhadjir.

Di Bandara Adana, Muhadjir sempat berbincang dengan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gempa Turki. Tak hanya itu, Muhadjir turut menyalatkan dua jenazah WNI yang meninggal dunia akibat gempa Turki sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Muhadjir juga mendoakan agar seluruh korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Selain itu, pemberian bantuan ini juga diharapkan dapat memupuk semangat agar seluruh rakyat dan pemerintah Turki mampu kembali bangkit.

“Kita juga berdoa mudah-mudahan Turki, seluruh rakyat Turki dan pemerintah Turki bisa segera bangkit kembali dan menjadi lebih kuat dari yang sebelumnya,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Dewan Penasihat Kebijakan Luar Negeri Turki, Murat Salim Esenli, yang mewakili pemerintah Turki menyambut baik bantuan kemanusiaan dan kedatangan perwakilan dari pemerintah Indonesia. Menurutnya, bantuan yang dikirimkan langsung ini menjadi bukti kedua negara memiliki hubungan erat.

“Sejak terjadinya gempa bumi yang dramatis, kami selalu merasakan solidaritas yang kuat dari Indonesia dan kunjungan Yang Mulia hari ini adalah bukti lain dari ikatan kuat yang kami nikmati antara Indonesia dan Turki. A friend in need is a friend indeed,” ujar Esenli.

Bantuan kemanusiaan tahap ketiga dari pemerintah Indonesia untuk korban terdampak gempa bumi di Turki dan Suriah, diberangkatkan pada Selasa (21/2) pagi. Sebanyak 140 ton bantuan logistik diterbangkan menggunakan empat pesawat dari Pangkalan TNI AU Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah memberangkatkan bantuan tahap pertama, yakni personel dan peralatan pendukung, termasuk dokter dan tenaga medis untuk membantu penanganan gempa bumi.

Sebanyak 62 personel tim pencarian beserta perangkat peralatan pendukungnya diberangkatkan pada Jumat (11/2). Kemudian pada Senin (13/2), pemerintah Indonesia memberangkatkan kloter kedua yakni sebanyak 181 personel yang tergabung dalam tim medis darurat.

Untuk bantuan tahap kedua, pemerintah Indonesia mengirimkan kebutuhan dokter dan ahli kesehatan yang akan menangani penyakit menular. Sementara bantuan tahap ketiga berupa logistik kebutuhan para korban bencana.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan