logo alinea.id logo alinea.id

Indonesia imbau WNI tunda perjalanan ke Hong Kong

WNI yang ingin bepergian ke Hong Kong, namun sifat kunjungannya tidak mendesak diimbau untuk menunda keberangkatan.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 14 Agst 2019 11:24 WIB
Indonesia imbau WNI tunda perjalanan ke Hong Kong

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia meminta WNI untuk menunda perjalanan ke Hong Kong. Imbauan ini dikeluarkan seiring kembali terjadinya serangkaian demonstrasi yang melanda Hong Kong.

"Untuk perjalanan yang sifatnya tidak mendesak, sebaiknya ditunda hingga situasi lebih kondusif," demikian bunyi imbauan tersebut.

WNI yang merencanakan bepergian ke Hong Kong diminta untuk mencermati perkembangan keamanan terakhir, khususnya demonstrasi sporadis, termasuk di Bandara Internasional Hong Kong.

Sementara itu, WNI yang menetap di Hong Kong diharapkan agar tetap tenang dan waspada.

"Jauhi lokasi berkumpulnya massa, tidak terlibat dalam kegiatan politik setempat, senantiasa mengikuti imbauan dari otoritas setempat, serta memantau informasi di laman Facebook KJRI Hong Kong," jelas pengumuman itu.

Indonesia juga mengimbau, dalam keadaan darurat, WNI dapat mengontak hotline KJRI Hong Kong melalui nomor Whatsapp +852 6894 2799/+852 6773 0466/+852 5294 4184 atau melalui Tombol Darurat aplikasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri RI.

Sebelumnya, pada Senin (12/8), sebanyak 47 anggota tim renang DKI Jakarta terjebak di bandara Hong Kong akibat pembatalan penerbangan. Namun, pada Selasa pukul 23.00, salah satu perenang dari tim itu, Gagarin Nathaniel Yus, menyatakan bahwa mereka telah tiba di Indonesia dengan selamat.

"Ini sudah sampai di Jakarta, semuanya sudah sampai," jelas Gagarin kepada Alinea.id.

Sponsored

Gagarin dan rekan-rekannya pulang dengan penerbangan pukul 19.00 waktu Hong Kong pada Selasa.

Bandara kembali beroperasi

Bandara Internasional Hong Kong kembali beroperasi setelah demonstrasi pro-demokrasi sempat melumpuhkannya pada Selasa (13/8). Ratusan penerbangan dibatalkan pada Selasa setelah demonstran memblokade dua terminal. 

Pada Rabu (14/8) dini hari waktu setempat, dilaporkan hanya sekitar 30 pengunjuk rasa yang masih berada di bandara dan penerbangan sudah mulai lepas landas secara teratur. 

Situs bandara menyatakan lusinan penerbangan berangkat pada Selasa malam dan ratusan lainnya dijadwalkan terbang sepanjang Rabu.

Otoritas Bandara Hong Kong mengatakan telah memperoleh perintah pengadilan yang melarang pengunjuk rasa untuk kembali mengganggu bandara. Artinya, jika demonstran kembali, mereka dapat ditangkap atau diusir oleh polisi.

Perintah ini datang setelah pemrotes menghadang para penumpang untuk mengakses penerbangan mereka sepanjang Selasa sore waktu setempat.

"Orang-orang dilarang untuk menghadiri atau berpatisipasi dalam demonstrasi atau protes di bandara selain di wilayah yang disetujui oleh otoritas bandara," jelas otoritas Bandara Internasional Hong Kong.

Pada Selasa malam, pengunjuk rasa bentrok dengan polisi antihuru-hara yang dipersenjatai dengan semprotan merica dan pentungan di luar terminal. Ini adalah pertama kalinya polisi terlibat dalam aksi unjuk rasa damai yang berlangsung sejak Jumat (9/8) di bandara.

Para pengunjuk rasa sempat menahan seorang pria di bandara karena dicurigai sebagai mata-mata. Dia kemudian dibebaskan setelah teridentifikasi sebagai reporter dari surat kabar China, Global Times.

Pada Rabu pagi, polisi mengatakan sekelompok pengunjuk rasa telah melecehkan dan menyerang seorang penumpang dan seorang jurnalis. 

Sementara itu, dalam perkembangannya, polisi menangkap lima orang karena berkumpul secara ilegal, menyerang petugas kepolisian dan memiliki senjata. Peristiwa ini menjadikan total yang telah ditangkap sejak protes bergulir pada awal Juni lebih dari 600 orang.

Proses check-in di bandara sempat ditangguhkan pada Selasa sore menyusul ribuan pengunjuk rasa memadati terminal kedatangan dan keberangkatan. Sejumlah demonstran dilaporkan menggunakan troli bagasi untuk memblokir pintu ke pos pemeriksaan pabean.

China ke AS: Jangan ikut campur urusan internal kami

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa situasi di Hong Kong rumit, tetapi dia berharap persoalan itu akan diselesaikan tanpa ada yang terluka atau terbunuh.

Mengutip informasi intelijen, Trump mengatakan bahwa pemerintah China mengerahkan pasukan ke perbatasannya dengan Hong Kong.

"Intelijen kami telah memberi tahu bahwa pemerintah China mengerahkan pasukan ke perbatasan dengan Hong Kong. Semua orang harus tetap tenang dan aman," twitnya pada Selasa.

Media Partai Komunis China, People's Daily, pada Senin melaporkan bahwa sejumlah kendaraan lapis baja dan tank berkumpul di Shenzhen, kota tepat di seberang perbatasan China dengan Hong Kong.

Dalam sebuah video, People's Daily mengatakan konvoi kendaraan lapis baja sedang melakukan perjalanan ke Shenzhen untuk latihan militer.

Sebelumnya, pada 6 Agustus, total 12.000 perwira polisi Tiongkok ambil bagian dalam pelatihan antihuru-hara di Shenzhen. Dalam sebuah pernyataan, polisi mengungkapkan bahwa latihan itu bertujuan untuk menjaga stabilitas sosial, mendorong moral polisi dan mempersiapkan pasukan menjelang peringatan berdirinya China.

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan pada Selasa, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan diplomat senior China, Yang Jiechi, bertemu di New York dan berdiskusi mengenai hubungan AS-China. 

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, Kementerian Luar Negeri China memperingatkan Washington untuk menjauhi urusan internalnya.

Sepuluh minggu bentrokan yang semakin keras antara polisi dan pengunjuk rasa pro-demokrasi telah menjerumuskan Hong Kong ke dalam krisis politik terburuk sejak kota itu dikembalikan ke China pada 1997.

Para pengunjuk rasa mengatakan mereka memerangi erosi perjanjian "satu negara, dua sistem" yang menjamin sejumlah keistimewaan bagi Hong Kong. Protes yang dimulai sebagai pertentangan terhadap RUU esktradisi kini telah meluas menjadi seruan untuk reformasi demokrasi. (The Guardian, The Straits Times dan Channel News Asia)