sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Milan dan Venice ajukan refrendum otonomi

Setelah Catolina, giliran Milan dan Venice yang ingin memisahkan diri dari Italia

Mona Tobing
Mona Tobing Senin, 23 Okt 2017 11:02 WIB
Milan dan Venice ajukan refrendum otonomi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 116871
Dirawat 37530
Meninggal 5452
Sembuh 73889

Dua wilayah terkaya Italia ini siap mengadakan refrendum otonomi. Dengan jumlah populasi Italia mencapai seperempat dari total, kedua wilayah tersebut ingin lebih banyak kontrol atas keuangan dan administrasi mereka. 

Di Lombardy dan Veneto, masyarakatnya mulai berkampanye dan menuntut kemerdekaan total. Meskipun anggota parlemen telah sepakat menjelang surat suara yang akan datang, bahwa pemilihan hari minggu adalah terkait otonomi fiskal dan bukan pemisahan diri dari Italia.

The Northeren League atau Liga Utara yakni Partai anti imigran populis di Italia disebut sponsor utama atas inisiatif kemerdekaan Milan dan Venice. Alasan paling mendasar untuk mendapatkan otonomi sebenarnya adalah soal uang. Presiden Veneto, Luca Zaia dan Presiden Lombardy Roberto Maroni mengatakan bahwa mereka masing-masing mengirimkan pendapatan lebih dari 50 miliar euro atau setara US$ 59 miliar ke Roma.

Namun pendapatan pajak yang disumbangkan, tidak sebanding dengan nilai yang diterima kembali untuk membiayai daerah mereka. Kedua presiden tersebut mengklaim bahwa mereka dipaksa untuk menjadi tuan rumah dari sebuah refrendum setelah berdialog dengan anggota parlemen di ibukota Italia. 

Sponsored

Lembaga peneliti Teneo Intelligence Wolfango Piccoli mengatakan bahwa Liga Utara berharap kemenangan pada jumlah pemilih. Sebab hal ini akan memberikan kekuatan tawar menawar yang signifikan dalam negosiasi masa depan sekaligus distribusi pendapatan pajak. 

Sementara itu, dalam jangka pendek Liga Utara berusaha untuk mendapatkan dorongan politik utama menjelang pemilihan umum tahun depan. 

Berita Lainnya