sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kit tes Covid-19 buatan Korsel mulai banjiri pasar luar negeri

Menurut Kemlu Korea Selatan, sejauh ini 47 negara telah menyatakan keinginan untuk mengimpor kit tes coronavirus jenis baru mereka.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 27 Mar 2020 13:03 WIB
Kit tes Covid-19 buatan Korsel mulai banjiri pasar luar negeri
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Pengamat industri medis pada Kamis (26/3) mengatakan bahwa kit tes Covid-19 buatan Korea Selatan mulai membanjiri pasar luar negeri. Fenomena ini terjadi seiring meningkatnya permintaan alat diagnosis untuk mendeteksi coronavirus jenis baru di sejumlah negara terdampak.

Menurut Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, sejauh ini 47 negara telah menyatakan keinginan untuk mengimpor kit tes coronavirus jenis baru buatan mereka. Ada pun 39 negara lainnya meminta alat-alat tersebut diberikan sebagai bantuan kemanusiaan.

Jumlah permintaan terkait kit tes Covid-19 dari negara-negara asing diperkirakan akan semakin meningkat. Seorang pakar industri medis menyebut, kemampuan diagnostik Korea Selatan telah diakui secara global dan dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perlambatan penyebaran virus di dalam negeri.

Sejauh ini, kit tes milik lima perusahaan biotek lokal telah mendapatkan persetujuan dari otoritas kesehatan Korea Selatan. Lima perusahaan tersebut adalah Seegene, Kogene Biotech, Solgent, SD Biosensor, dan BioSewoom.

Kit tes Covid-19 yang dikembangkan lima perusahaan tersebut menggunakan metode real-time polymerase chain reaction (RT-PCR). Hasilnya dapat keluar dalam waktu enam jam.

Perusahaan-perusahaan biotek lokal itu kini memproduksi reagen yang cukup untuk menguji 135.000 orang per hari. Reagen adalah bahan yang digunakan untuk melihat adanya reaksi kimia.

Seegene mengatakan, 95% dari reagen yang digunakan dalam kit tes Covid-19 yang mereka produksi telah diekspor ke luar negeri.

"Saat ini kami mengekspor kit uji Covid-19 milik kami ke sekitar 40 negara, permintaan dari luar negeri meningkat dengan cepat," tutur seorang pejabat Seegene yang berbicara dengan syarat anonim.

Sponsored

Pada Rabu (25/3), Presiden Moon Jae-in mengungkapkan bahwa salah satu negara yang meminta kit uji Covid-19 milik Korea Selatan adalah Amerika Serikat. Dia menyebut, dalam percakapan telepon baru-baru ini, Presiden Donald Trump meminta pasokan reagen yang digunakan dalam uji diagnostik coronavirus jenis baru.

Karena AS menunjukkan minat terhadap kit tes coronavirus jenis baru buatan Korea Selatan, produsen lokal berharap mereka bisa memperluas ekspor dengan persetujuan dari Food and Drug Administration AS (FDA).

Beberapa perusahaan biotek Korea Selatan mengaku telah menandatangani kesepakatan ekspor dengan sejumlah pemerintah kota di AS.

Sejumlah media AS sebelumnya melaporkan bahwa Los Angeles dan beberapa kota lainnya membeli 20.000 kit tes Covid-19 dari Seegene seharga US$1,25 juta. Otoritas di sejumlah kota di Negeri Paman Sam berencana untuk memasok 100.000 kit tes per minggu dari Seegene.

Eone Diagnomics Genome Center (EDGC), afiliasi pembuat kit tes Solgent, mengatakan bahwa mereka sudah menyepakati perjanjian ekspor kit tes ke sejumlah pemerintah negara bagian di AS, termasuk New York dan California.

"Kami tinggal menandatangani kontrak," tutur CEO EDGC Shin Shang-cheol.

Shin Shang-cheol menambahkan, reagen yang digunakan dalam kit tes Covid-19 milik Solgent telah mendapatkan perizinan untuk masuk ke pasar Eropa. Dia mengatakan bahwa reagen tersebut telah dikirim ke lebih dari 30 negara di seluruh dunia.

Untuk membantu memfasilitasi ekspor kit tes Covid-19 buatan lokal, pemerintah Korea Selatan mengatakan akan segera membentuk satuan tugas khusus yang melibatkan otoritas perdagangan dan kesehatan.

"Produsen kit tes Covid-19 lokal bereaksi secara cepat. Mereka memiliki kemampuan untuk memproduksi kit berkualitas setelah melalui krisis MERS pada 2015," ujar Ketua Korean Society for Laboratory Medicine (KSLM) Kwon Gye-cheol. "Kit kami menunjukkan akurasi sekitar 98% dan telah melalui pengujian yang ketat sebelum diperbolehkan untuk digunakan."

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC) melaporkan 41 kasus infeksi baru pada Jumat (27/3), membuat total kasus nasional menjadi 9.332. Angka kematian di Negeri Ginseng tercatat 139 dengan 4.528 orang dinyatakan sembuh. (Yonhap dan The Korea Herald)

Berita Lainnya