sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Nauru berjanji setia pada Taiwan

Nauru adalah salah satu dari sedikit sekutu diplomatik Taiwan yang tersisa.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 13 Des 2019 14:25 WIB
Nauru berjanji setia pada Taiwan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 381.910
Dirawat 63.733
Meninggal 13.077
Sembuh 305.100

Presiden Nauru, sebuah negara kecil di Pasifik, pada Jumat (13/12) berjanji untuk selalu berdiri di sisi Taiwan. Hal tersebut disampaikannya ketika dia mengunjungi Taipei.

Meski negara-negara yang terletak di Pasifik adalah negara-negara kecil, namun mereka ada di perairan yang sangat strategis yang didominasi oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya sejak Perang Dunia II. Dan langkah China untuk memperluas pengaruhnya di kawasan itu membuat Negeri Paman Sam marah.

Taiwan yang demokratis menghadapi tekanan kuat dari China, yang mengklaim pulau itu sebagai wilayahnya, lewat sekutu diplomatiknya yang tersisa. Saat ini, Taiwan hanya memiliki 15 sekutu resmi di seluruh dunia setelah pada September mereka kehilangan hubungan diplomatik dengan dua negara Pasifik.

Dalam pidato penyambutannya, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyampaikan ungkapan selamat datang yang tulus kepada Presiden Nauru Lionel Aingimea, yang menjabat pada Agustus.

"Nauru adalah sekutu Pasifik Taiwan yang setia. Kali ini Anda datang memimpin kunjungan kenegaraan, menunjukkan dukungan tegas Anda terhadap hubungan diplomatik negara kita," kata Presiden Tsai.

Sebelumnya, pada September, Presiden Aingimea sempat berkunjung ke Taiwan dalam perjalanan pulangnya dari Markas Besar PBB.

Presiden Aingimea kemudian memberi tahu Tsai bahwa rakyat Taiwan adalah bagian dari keluarga mereka.

"Nauru jauh lebih kecil dibanding Taiwan dalam hal populasi, ukuran, dan infrastruktur, tetapi hati kita saling terkait," ujar Presiden Aingimea. "Nauru akan selalu berdiri berdampingan dengan Taiwan di masa depan yang akan kita jemput bersama."

Sponsored

AS telah mendesak sekutu Taiwan yang tersisa di Pasifik untuk setia pada Taipei. Washington sendiri tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, tetapi terikat oleh Taiwan Relations Act untuk menyokong dan memasok senjata ke negara itu.

Di lain sisi, China terus meluaskan pengaruhnya ke Pasifik.

Pada Jumat pula, China akan menjadi tuan rumah pertemuan Presiden Xi Jinping dengan Presiden Federasi Mikronesia David Panuelo.

Meski negara-negara Kepulauan Pasifik secara ekonomi tidak menguntungkan banyak bagi China dan Taiwan, namun dukungan mereka berharga dalam berbagai forum global seperti di PBB atau ketika China berupaya mengisolasi Taiwan.

China menggoda negara-negara kecil tersebut dengan bantuan, dan banyak yang melihat pinjaman Tiongkok sebagai cara untuk mengembangkan ekonomi mereka.

Tetapi, para kritikus menuturkan bahwa pinjaman Tiongkok membawa negara-negara kecil tersebut dalam jebakan utang. Taiwan sendiri menyebut China telah mengandalkan paket bantuan dalam jumlah besar untuk mengalihkan dukungan sekutu-sekutunya.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya