sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemimpin oposisi Venezuela serukan demonstrasi di seluruh negeri

Oposisi menilai, lengsernya Maduro akan memungkinkan Venezuela keluar dari krisis politik dan kemanusiaan dengan dukungan internasional.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 04 Mar 2019 14:33 WIB
Pemimpin oposisi Venezuela serukan demonstrasi di seluruh negeri

Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menyerukan demonstrasi nasional pada Senin (4/3) bertepatan dengan kabar kembalinya dia ke negaranya.

Guaido pada Minggu (3/3) mengatakan, rakyat Venezuela harus memantau pengumuman resminya dan dia akan memberikan rincian tentang titik pertemuan bagi para pendukungnya. Dia mengatakan, rakyat Venezuela harus berkumpul pada pukul 11.00 waktu setempat.

"Sampai jumpa besok," ungkap Guaido melalui video yang diunggah di sosial media. Dalam kesempatan yang sama, dia menyampaikan peringatan menantang kepada otoritas Venezuela jika mereka berusaha menahannya.

Guaido mengatakan, "Jika rezim berani untuk menculik kami ... itu akan jadi kesalahan terakhir yang mereka buat."

Guaido yang juga pemimpin Majelis Nasional yang mengklaim dirinya sebagai presiden turut mentwit foto dirinya yang tengah berjalan di lapangan terbang sebelum keberangkatannya dari pangkalan angkatan laut di Salinas, Ekuador, di mana dia bertemu Presiden Lenin Moreno pada Sabtu (2/3).

Dia mengatakan bahwa dirinya akan lepas landas, tanpa menyebutkan di mana pesawat yang membawanya akan mendarat.

Di Venezuela, antisipasi tumbuh jelang ketibaan Guaido. 

Aktivis oposisi turut mengedarkan seruan serupa, yaitu agar orang-orang berkumpul pada Senin pagi di alun-alun Alfredo Sadel di Las Mercedes, sebuah area perbelanjaan dan hiburan di Caracas di mana sebelumnya tempat yang sama juga menjadi titik demonstrasi. 

Sponsored

Pemerintah Maduro sendiri telah mengajak rakyat Venezuela untuk merayakan musim Karnaval yang dijadwalkan berlangsung pada Senin dan Selasa dengan melakukan perjalanan ke pantai dan sejumlah destinasi liburan lainnya.

Sementara itu, banyak masyarakat Venezuela yang tidak memiliki sumber daya untuk melakukan liburan dan pendukung oposisi mengatakan, negara itu tidak bisa melakukan perayaan di tengah krisis.

Wakil presiden Venezuela Delcy Rodriguez, tidak secara langsung menjawab pertanyaan tentang apakah Guaido ditangkap selama wawancara dengan saluran TV milik pemerintah Rusia, RT. Namun, dia membuka kemungkinan tentang itu, dengan mengatakan bahwa Guaido telah melanggar hukum dan berkonspirasi dengan pemerintah asing untuk menggulingkan pemerintahan konstitusional.

Rodriguez berbicara selama kunjungan ke Rusia, negara mendukung Maduro. Dia menuduh AS merencanakan kejatuhan Maduro.

Keberadaan Guaido di Ekuador merupakan bagian dari turnya ke negara-negara Amerika Latin yang dirancang untuk meningkatkan tekanan padan Maduro agar mengundurkan diri.

Kecaman tegas

Guaido menuturkan, lengsernya Maduro akan memungkinkan Venezuela keluar dari krisis politik dan kemanusiaan dengan dukungan internasional.

Sebaliknya, Maduro menuding Guaido adalah bagian dari komplotan yang didukung AS untuk menentangnya dan upaya untuk membawa bantuan ke Venezuela dari Brasil dan Kolombia pada akhir pekan lalu adalah aksi politik.

AS dan sekitar 50 negara lainnya mengakui Guaido sebagai presiden Venezuela, dengan alasan bahwa bahwa pemilu yang digelar tahun lalu penuh kepalsuan.

Negeri Paman Sam telah memperingatkan rezim Maduro agar tidak merugikan figur oposisi.

"Setiap ancaman atau tindakan atas kembalinya dia (Guaido) akan mendapat respons yang kuat dan signifikan dari AS dan komunitas internasional," twit John Bolton, asisten Trump untuk urusan keamanan nasional.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini juga merilis peringatan serupa.

"Dalam hal ini segala tindakan yang dapat membahayakan kebebasan, keamanan, atau integritas pribadi Juan Guaido akan mewakili peningkatan besar ketegangan dan memenuhi kecaman keras terhadap komunitas internasional," kata Mogherini.

Sumber : Al Jazeera