close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
(Ilustrasi UFO: pixabay)
icon caption
(Ilustrasi UFO: pixabay)
Dunia
Senin, 18 Desember 2017 19:22

Pentagon tutup program rahasia investigasi UFO

Program penyelidikan UFO dimulai sejak 2007 hingga 2012 atas prakarsa pimpinan Senat Partai Demokrat, Harry Reid.
swipe

Pentagon diketahui pernah memiliki program rahasia untuk investigasi unidentified flying objects (UFO). Proyek bernama Advanced Aviation Threat Identification Program (AATIP) tersebut dijalankan sejak 2007 hingga 2012 dengan dana senilai USD22 juta per tahun. Hanya sedikit pejabat pejabat yang mengetahui program itu.

Pendanaan dan program itu berasal dari Departemen Pertahanan AS atas permintaan mantan pemimpin Senat asal Partai Demokrat, Harry Reid yang dikenal sebagai orang memiliki antusias terhadap fenomena antariksa.

Apa tugas program tersebut? AATIP mengkaji rekaman video atau audio tentang objek yang tidak dikenal seperti yang pernah dilaporkan pilot pesawat F/A-18 Super Hornet. Selain itu, mereka juga mewawancarai orang yang pernah memiliki pengalaman melihat obyek terbang tak dikenal.

Meski demikian, Pentagon memastikan program penyelidikan UFO tersebut telah berakhir dan belum bisa memastikan keberlantuan program itu di masa mendatang. “The AATIP telah berakhir pada 2012,” kata juru bicara Pentagon Laura Ochoa seperti dikutip dari The New York Times, Senin (18/12).

Ochoa menambahkan, penutupan program tersebut ditentukan oleh faktor lain seperti isu prioritas yang mendanainya. Dikutip dari Reuters, program itu juga terkait kepentingan Pentagon untuk membuat perubahan.

Selama menjadi direktur program UFO Pentagon, Ochoa mengaku bekerja sama dengan Angkatan Laut dan CIA (Badan Intelijen AS). Sementara Harry Reid, mengaku tidak menyesal mengusulkan program tersebut. Sebaliknya, ia menyebut program tersebut juga didukung mendiang Senator Ted Stevens dari Alaska, Daniel Inouye dari Hawaii, dan John Glenn dari Ohio. Reid menilai, pemerintah federal seharusnya mengambil langkah serius terkait UFO.

“Dana itu disebut sebagai uang haram karena faktor kerahasiaannya,” ujar Reid.

Meski demikian, banyak ilmuwan skeptis dengan program penyelidikan UFO. Menurut mereka, kejadian-kejadian janggal bukan serta-merta merupakan bukti adanya kehidupan makhluk luar angkasa. Seorang staf Kongres AS bahkan mengatakan bahwa program penyelidikan UFO boleh jadi diwujudkan untuk mengawasi perkembangan teknologi negara-negara asing.

"Apakah (kejadian) ini disebabkan China atau Rusia yang mencoba melakukan sesuatu atau sistem pendorong roket yang kita tidak tahu?” kata staf Kongres yang enggan disebutkan namanya.

img
Dika Hendra
Reporter
img
Syamsul Anwar Kh
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan