logo alinea.id logo alinea.id

PM Rutte: Perang dagang ganggu sistem kerja sama internasional

Menurut PM Rutte, raksasa ekonomi seperti China dan AS tidak dapat bertahan tanpa kerja sama antarnegara.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 07 Okt 2019 20:02 WIB
PM Rutte: Perang dagang ganggu sistem kerja sama internasional

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyatakan bahwa sistem kerja sama internasional sedang berada di bawah tekanan. Terutama karena sejumlah pemain besar, seperti Amerika Serikat dan China, terlibat dalam konflik bilateral yang berpengaruh pada dunia.

"Bagi negara seperti Belanda atau Indonesia, hal itu membawa risiko dan ancaman. Kita harus menempatkan energi ke dalam kerja sama yang berdasar pada aturan internasional," jelas PM Rutte dalam diskusi bertajuk "A Conservation with Prime Minister of the Netherlands Mark Rutte" di Le Meridien, Jakarta, pada Senin (7/10).

Dia mengatakan, ekonomi negara-negara besar seperti China, AS, India dan Jepang tidak dapat bertahan tanpa kerja sama antarnegara.

Rutte mengkritik Donald Trump yang sangat marah atas apa yang disebutnya sebagai ketidakseimbangan perdagangan antara Washington dan Beijing. Menurut Rutte, ketidakseimbangan itu tidak harus selalu dipandang sebagai hal yang buruk, terutama selama kedua pihak tetap menikmati buah dari kerja sama ekonomi mereka.

"Mestinya fokus kepada bagaimana cara meningkatkan nilai perdagangan. Karena jika mulai terlibat dalam perang dagang, seperti yang terjadi antara AS-China, itu justru akan merugikan kedua negara," tegas dia.

Rutte menegaskan, dia mendukung adanya kompetisi sehat di pasar. Namun, kompetisi itu harus mematuhi aturan internasional yang berlaku.

"Kita perlu memastikan bahwa semua pihak menerapkan aturan yang sama," jelasnya. "Artinya, tidak tepat jika China membuat aturan main sendiri atau AS memulai memberlakukan tarif secara unilateral dan tanpa melalui jalur dialog."

PM Rutte menuturkan, dia tidak protes terhadap gangguan yang dibawa Trump dalam urusan politik dunia dan multilateralisme.

Sponsored

Menurutnya, gangguan itu justru merupakan hal yang baik karena mengarah kepada wawasan baru dan kesadaran.

"Kita semua tahu bahwa segala sesuatu tidak berfungsi dengan baik di Dewan Keamanan PBB atau Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), tapi tidak ada yang bertindak," kata dia. "Justru gangguan itu memainkan peran yang sangat positif dalam menyadarkan kita."

Dia menegaskan bahwa seluruh negara di dunia memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa organisasi-organisasi internasional seperti PBB dan WTO berfungsi dengan baik.

"Kita bisa mengkritik Trump, tetapi dia ada benarnya saat mengatakan bahwa organisasi-organisasi itu mulai menjadi tidak relevan dan efisien," jelas PM Rutte.

Namun, alih-alih mengikuti langkah Trump yang angkat kaki dari sejumlah organisasi multilateral, Rutte mendesak seluruh pihak untuk mencoba memperbaiki keadaan.