Membuat resume atau Curriculum Vitae (CV) sering menjadi tantangan bagi fresh graduate yang baru memasuki dunia kerja. Terlebih lagi jika belum memiliki pengalaman profesional yang cukup untuk ditampilkan dalam lamaran.
Padahal, CV tidak hanya berisi riwayat pekerjaan saja, pengalaman lain seperti magang, organisasi, hingga keterampilan yang relevan juga dapat menjadi nilai tambah apabila disusun dengan tepat sesuai posisi yang dilamar.
Perlu dipahami, tujuan utama CV adalah menunjukkan bahwa pelamar memiliki kemampuan dan potensi untuk menjalankan pekerjaan yang ditawarkan. Karena itu, penting menyesuaikan isi CV dengan kebutuhan perusahaan agar peluang dipanggil ke tahap seleksi berikutnya semakin besar.
Dilansir dari Indeed dan , Selasa (21/7), berikut tujuh cara membuat CV bagi fresh graduate agar lebih menarik di mata perekrut.
1. Susun CV dengan struktur yang jelas dan ATS Friendly
Langkah pertama adalah memastikan CV memiliki struktur yang mudah dipahami. Susun informasi secara sistematis mulai dari identitas, ringkasan profil, pendidikan, pengalaman, hingga keterampilan.
Pastikan setiap bagian tersusun rapi, mudah dibaca, dan konsisten sehingga perekrut dapat menemukan informasi penting dengan cepat.
Selain itu, pastikan CV menggunakan format yang mudah dibaca, baik oleh perekrut maupun sistem Applicant Tracking System (ATS) yang digunakan banyak perusahaan untuk menyaring lamaran kerja secara otomatis.
2. Cantumkan informasi pribadi yang jelas
Bagian header sebaiknya memuat nama lengkap, nomor telepon, alamat email profesional, serta informasi kontak lain yang diperlukan.
Pastikan data yang dicantumkan masih aktif sehingga perekrut dapat menghubungi Anda dengan mudah apabila lolos ke tahap seleksi berikutnya.
3. Buat ringkasan profil yang menarik
Ringkasan profil atau professional summary menjadi bagian pertama yang akan dibaca perekrut setelah identitas pelamar. Karena itu, tuliskan secara singkat latar belakang pendidikan, keahlian utama, dan tujuan karier.
Gunakan dua hingga tiga kalimat yang mampu menggambarkan nilai lebih yang dimiliki serta alasan mengapa Anda layak dipertimbangkan untuk posisi tersebut.
4. Tampilkan prestasi pendidikan yang relevan
Selain mencantumkan nama perguruan tinggi dan jurusan, Anda juga dapat memasukkan prestasi akademik, mata kuliah yang relevan, sertifikasi, maupun proyek yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar.
Pilih informasi yang benar-benar mendukung posisi yang dituju agar CV tetap ringkas sekaligus menunjukkan kompetensi yang dimiliki.
5. Masukkan pengalaman non formal yang pernah dimiliki
Meski belum memiliki pengalaman kerja penuh waktu, fresh graduate tetap dapat mencantumkan pengalaman magang, kerja paruh waktu, organisasi, kegiatan volunteer, atau pelatihan.
Jelaskan tanggung jawab maupun pencapaian yang diperoleh selama menjalani kegiatan tersebut. Jika memungkinkan, sertakan data atau angka untuk menunjukkan hasil yang berhasil dicapai.
6. Tulis keterampilan yang sesuai
Bagian keterampilan menjadi salah satu aspek yang sering diperhatikan perekrut. Karena itu, sesuaikan kemampuan yang dicantumkan dengan kualifikasi yang tercantum dalam lowongan pekerjaan.
Kombinasikan keterampilan teknis maupun soft skill yang benar-benar dikuasai sehingga perusahaan dapat melihat kecocokan Anda dengan posisi yang ditawarkan, misalnya Microsoft Office, Google Workspace, komunikasi, pemecahan masalah, organisasi, hingga manajemen waktu.
7. Tambahkan informasi pendukung
Apabila masih memiliki ruang pada CV, Anda dapat menambahkan informasi pendukung seperti kemampuan bahasa asing, sertifikasi, pelatihan, maupun pencapaian lain yang relevan.
Informasi tambahan tersebut dapat menjadi nilai lebih, selama berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar dan membantu memperkuat profil sebagai kandidat.