sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bonucci: Italia semakin termovitasi karena lagu kebangsaan diejek fans Inggris

ungkapan Leonardo Bonucci seolah mengonfirmasi kekhawatiran pelatih Inggris Gareth Southgate. Ia termotivasi karena diejek.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Rabu, 14 Jul 2021 06:19 WIB
Bonucci: Italia semakin termovitasi karena lagu kebangsaan diejek fans Inggris

Atlet yang bertanding membutuhkan kekuatan fisik dan mental. Dua faktor itu sangat mempengaruhi seorang untuk mendorong kemampuan terbaiknya di arena. Pelatih Inggris, Gareth Southgate tentu paham betul dengan dinamika di lapangan itu. Dia tidak ingin lawannya, para pemain Italia ada dalam kondisi semangat tinggi saat dihadapinya di final Euro 2020.

Salah satu yang membuat atlet lebih termotivasi selain dukungan dari suporter sendiri, juga ejekan dari suporter lawan, terlebih bila menyinggung nasionalisme. Southgate, sebelum pertandingan sudah mewanti-wanti suporter Inggris untuk tidak menyoraki lagu kebangsaan Italia, karena itu bisa menjadi tambahan motivasi pemain Italia mengerahkan kemampuan terbaiknya, namun sebagian besar pendukung Inggris di Stadion Wembley tetap melakukannya.  

Pemain belakang Italia Leonardo Bonucci mengungkapkan, aksi cemoohan fans Inggris saat lagu kebangsaan Italia diperdengarkan sebelum pertandingan, membuat mereka terlecut. 

"Mereka menyoraki lagu kebangsaan kami. Mereka kira mereka sudah pasti bisa membawa trofi pulang," ujar Bonucci kepada Radio RAI 1.

Bonucci memainkan peran bintang dalam kesuksesan Azzuri di Wembley, membatalkan gol awal Luke Shaw di babak kedua dan kemudian mengonversi penalti selama adu penalti yang dimenangkan timnya 3-2.

Ada banyak harapan bahwa tim Gareth Southgate akan menang, karena lagu terkenal mereka Three Lions bergema di seluruh negeri setelah kemenangan semifinal mereka atas Denmark pada hari Rabu.

Bonucci pun tampak paling emosional ketika di akhir pertandingan Italia dipastikan menjadi juara. Ia berkali-kali mengatakan 'coming Rome' sebagai olok-olok terhadap slogan inggris yang yakin piala Euro 2020 akan dimenangkan kubu Southgate 'it's coming home'.

"Benar. Kami mendengarnya hari demi hari sejak Rabu malam sejak pertandingan Denmark bahwa piala akan pulang ke London, ”katanya.

Sponsored

“Maaf untuk mereka, tetapi sebenarnya piala itu akan terbang ke Roma dan dengan cara itu orang Italia di seluruh dunia dapat menikmati kompetisi ini. Ini untuk semua orang, kami mengatakan sejak hari pertama itu untuk mereka dan untuk kami.”

Kemenangan itu memperpanjang rekor tak terkalahkan Italia menjadi 34 pertandingan yang menakjubkan. Sebuah comeback yang manis mengingat mereka gagal lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

“Kemenangan ini benar-benar membuktikan bahwa begitu Anda melangkah jauh, yang perlu Anda lakukan hanyalah mencoba dan memberi diri Anda dorongan untuk kembali ke puncak,” tambahnya.

“Anda harus menginginkannya lebih dari apa pun, ini adalah kebangkitan untuk sepak bola Italia, dan saya yakin skuad ini dan pelatih hebat ini akan menjadi berita utama di masa depan.

“Kami percaya sejak hari pertama ketika kami semua bergabung, ada perasaan berbeda di udara dan itu telah terjadi.

“Kami tidak pernah bosan bersama atau menghabiskan waktu bersama, kami memiliki keinginan membara untuk tetap bersama dan itu luar biasa.”(Sumber: Belfastelegraph)

Berita Lainnya